TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memfokuskan pengendalian malaria di wilayah perbatasan untuk mendukung target nasional Ibu Kota Nusantara (IKN) bebas malaria.
Fungsional Entomologi Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU, Harjito Ponco Waluyo, mengatakan pengendalian diarahkan pada deteksi dini kasus dan pengobatan langsung di kawasan rawan penularan, terkhusus wilayah perbatasan.
“Penularan malaria cepat karena nyamuk sebagai vektor bisa berpindah. Risiko tinggi terjadi pada aktivitas berkelompok, seperti yang terjadi kepada para perambah hutan,” ujar Ponco, Jumat (2/1/2026).
Ia menegaskan, pengendalian di wilayah perbatasan ini menjadi kunci menjaga kawasan penyangga IKN tetap aman dari malaria.
“IKN bisa aman, tapi kalau daerah penyangganya tidak terkendali, itu berisiko,” ucap dia.
Untuk mendukung target tersebut, kata Ponco, task force malaria telah dibentuk di kawasan IKN dan melibatkan seluruh kabupaten penyangga, termasuk PPU, dengan fokus pada wilayah perbatasan.
“Wilayah perbatasan itu menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.
Disebutkan, upaya pengendalian malaria didukung anggaran pemerintah provinsi serta bantuan The Global Fund, disertai koordinasi lintas daerah di kawasan perbatasan PPU dengan Kabupaten Paser dan wilayah Bukit Bangkirai yang mencakup tiga wilayah sekaligus, yaitu PPU, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara.
Hasilnya, kasus malaria di PPU sepanjang 2025 turun lebih dari 50 persen dari yang ditargetkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dari 558 kasus pada 2024 menjadi 169 kasus.
(TN01)












