TITIKNOL.ID, PENAJAM – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) memproyeksikan laba perusahaan mencapai Rp1,7 miliar pada 2025, naik dari Rp1,2 miliar pada tahun sebelumnya.
Laba tersebut akan digunakan untuk menutup biaya program air bersih gratis bagi kelompok tertentu di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Direktur Perumda AMDT, Abdul Rasyid, mengatakan proyeksi laba itu berdasarkan laporan keuangan sementara yang belum diaudit.
Kenaikan laba diperkirakan berada di kisaran Rp400 juta hingga Rp500 juta.
“Ini sudah kami laporkan secara awal ke pimpinan. Laba perusahaan nantinya dipakai untuk mengganti biaya pemanfaatan air bersih gratis sesuai arahan pak Bupati,” ujar Rasyid, Sabtu (3/1/2026).
Program yang dicanangkan kepala daerah tersebut menyasar pelanggan rumah tangga berpenghasilan rendah (R2), rumah ibadah, serta diperluas pada 2026 untuk pondok pesantren, panti asuhan, dan asrama.
Data sementara, jumlah penerima manfaat tercatat lebih dari 50 pondok pesantren, 133 rumah ibadah, serta 234 pelanggan kategori R2.
Jumlah itu diperkirakan terus bertambah seiring pemasangan sambungan rumah baru, terkhusus kategori R2 di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Sepaku.
“Sasarannya pasti meluas. Tahun 2026, berapa pun laba yang diarahkan pimpinan, akan kami kembalikan ke masyarakat,” jelas Rasyid.
Rasyid menjelaskan, pada 2025 Perumda AMDT mengalokasikan sekitar Rp1 miliar untuk membiayai program air bersih gratis.
Untuk 2026, jika penerima manfaat bertambah dan anggaran tidak mencukupi, perusahaan membuka opsi penyesuaian volume agar seluruh kategori penerima tetap terlayani secara merata.
(TN01)












