Bayangkan sebuah ruangan yang seharusnya diisi satu orang, namun harus berbagi dengan tiga orang sekaligus, inilah potret nyata kondisi Lapas Samarinda saat ini yang sesak hingga 300 persen
TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Masalah overkapasitas ekstrem di Lapas Kelas IIA Samarinda yang mencapai 300 persen mendapat respons cepat dari Pemerintah Kota Samarinda.
Walikota Samarinda, Andi Harun secara resmi menyatakan kesiapannya menghibahkan lahan seluas 9 hektare di kawasan Bayur, Samarinda Utara, Rabu 7 Januari 2026.
Tujuannya tentu saja untuk membangun fasilitas pemasyarakatan yang lebih layak dan manusiawi.
Komitmen ini disampaikan Andi Harun saat menerima kunjungan Kepala Kanwil Ditjenpas Kaltim, Endang Lintang Hardiman.
Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa meski kondisi keamanan terkendali, situasi kepadatan hunian yang berlebihan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. 🤝
Skema “Hibah ke Hibah” Jadi Solusi Mengingat keterbatasan anggaran instansi vertikal, Lintang mengusulkan sinergi melalui mekanisme hibah lahan.
Sebagai timbal balik atas lahan 9 hektare di Bayur, pihak Ditjenpas Kaltim menawarkan hibah lahan mereka yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman kepada Pemkot Samarinda.
“Mohon kami dibantu. Anggaran kami sangat terbatas, sementara warga binaan yang kami kelola juga merupakan masyarakat Samarinda,” ujar Lintang.
Skema “hibah ke hibah” ini dinilai lebih efektif dan cepat dibandingkan prosedur tukar guling yang rumit.
Dukungan penuh Walikota Samarinda Andi Harun menyambut baik usulan tersebut.
Ia menegaskan telah lama mempertahankan lahan di Bayur agar kelak bisa digunakan untuk membangun Lapas yang representatif.
Walikota Andi Harun bahkan siap mendampingi jajaran Kanwil Ditjenpas Kaltim untuk mempresentasikan rencana ini langsung ke Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di Jakarta.
“Untuk teknisnya di Kementerian, tentu perlu disiapkan materi paparan yang matang agar pembangunan ini menjawab kebutuhan jangka panjang,” tegas Andi Harun.
(*)












