Samarinda

Lampaui Target, Pemprov Kaltim Hadirkan Internet Gratis di 802 Desa

70
×

Lampaui Target, Pemprov Kaltim Hadirkan Internet Gratis di 802 Desa

Sebarkan artikel ini

Hingga awal 2026, program internet gratis telah menjangkau 802 desa, melampaui target awal tahun 2025 yang dipatok sebanyak 716 desa

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencatatkan capaian signifikan dalam digitalisasi pedesaan.

Hingga awal tahun 2026, program internet gratis telah menjangkau 802 desa, melampaui target awal tahun 2025 yang dipatok sebanyak 716 desa.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen gubernur untuk menghapus kesenjangan digital (digital divide) di seluruh wilayah Bumi Etam, termasuk kawasan pelosok.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, merincikan bahwa dari total rencana 841 desa yang disasar, saat ini tersisa 39 desa yang sedang dalam tahap finalisasi teknis.

“Kami ingin masyarakat di daerah terpencil memiliki akses yang setara terhadap layanan publik, pendidikan, hingga peluang ekonomi digital,” ujar Faisal saat ditemui awak media baru-baru ini.

Keberhasilan program ini ditopang oleh serapan anggaran yang optimal. Dari total alokasi sebesar Rp9,2 miliar, realisasi sepanjang tahun lalu mencapai Rp8,8 miliar atau setara dengan 95,56 persen.

Meski infrastruktur jaringan telah meluas, Faisal mengakui adanya kendala teknis di lapangan, terutama terkait ketersediaan energi.

Tercatat masih ada 125 desa yang belum memiliki akses listrik 24 jam. Kondisi ini membuat operasional perangkat internet di wilayah tersebut sangat bergantung pada genset atau sumber energi alternatif.

Strategi 2026, Fokus Wilayah 3T

Memasuki tahun anggaran 2026, Pemprov Kaltim akan menerapkan kebijakan yang lebih selektif akibat penyesuaian efisiensi anggaran.

Fokus pengembangan layanan internet gratis ke depan akan diprioritaskan untuk wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di lima kabupaten utama:

  • Berau
  • Kutai Timur
  • Mahakam Ulu
  • Kutai Barat
  • Paser

“Efisiensi tetap dijalankan, namun tanpa mengurangi esensi pelayanan bagi warga di pelosok yang memang sangat membutuhkan konektivitas,” tegas Faisal.

Baca Juga:   Dinas Pariwisata Kaltim Tangkap Peluang Event Upacara HUT RI di Ibu Kota Nusantara, Semua Harus Siap

(*)