Samarinda

Target Tercapai! 50 Kampung di Mahakam Ulu Kini Terkoneksi Internet “Gratispol”

93
×

Target Tercapai! 50 Kampung di Mahakam Ulu Kini Terkoneksi Internet “Gratispol”

Sebarkan artikel ini

sebanyak 50 desa atau kampung di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) kini telah terlayani akses internet melalui program "Gratispol Internet Desa"

TITIKNOL.ID,SAMARINDA – Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam memerdekakan wilayah pelosok dari keterisolasian digital menunjukkan hasil signifikan.

Hingga awal 2026, sebanyak 50 desa atau kampung di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) kini telah terlayani akses internet melalui program “Gratispol Internet Desa”.

Program ini merupakan salah satu visi utama Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji untuk menyediakan akses informasi yang merata hingga ke perbatasan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, mengungkapkan bahwa per Desember 2025, sebanyak 802 dari total 841 desa di seluruh Kaltim telah terpasang jaringan internet. Untuk Mahakam Ulu, seluruh desa dipastikan sudah terkoneksi.

“Di Mahakam Ulu sendiri, semua 50 desa sudah terlayani, baik melalui infrastruktur fiber optik maupun satelit,” ujar Faisal dalam audiensi bersama Komisi I DPRD Mahakam Ulu di Samarinda.

Solusi untuk Wilayah Terpencil Faisal menjelaskan, Pemprov Kaltim mengambil langkah inisiatif ini karena penyedia layanan swasta (provider) cenderung kurang melirik wilayah berpenduduk sedikit untuk investasi jaringan. Melalui kebijakan Gubernur, pemerintah hadir mengisi celah tersebut.

Saat ini, titik akses internet difokuskan di kantor-kantor desa guna mendukung pelayanan publik. Namun, masyarakat tetap bisa memanfaatkan WiFi tersebut di luar jam kerja kantor.

“Tentu ini harus diimbangi dengan peningkatan literasi digital agar pemanfaatannya positif,” tambah Faisal.

Catatan Stabilitas Jaringan Ketua Komisi I DPRD Mahakam Ulu, Martin Hat, memberikan apresiasi sekaligus catatan atas capaian ini.

Menurutnya, meskipun akses sudah masuk, kestabilan sinyal masih menjadi keluhan di beberapa titik.

“Internet sudah jadi kebutuhan utama warga kami. Ada desa yang jaringannya sudah bagus, tapi di beberapa lokasi masih sering terputus (labil). Ini yang perlu menjadi perhatian ke depan agar pemanfaatannya lebih optimal,” kata Martin.

Baca Juga:   Disambut Gubernur, KemenPANRB Lakukan Kunjungan Kerja di Kaltara Selama 2 Hari

Audiensi ini diharapkan memperkuat sinergi antara Pemprov Kaltim dan Pemkab Mahulu untuk memastikan keberlanjutan layanan internet, khususnya di wilayah perbatasan yang menjadi garda depan Indonesia.(*)