Bukan sekadar bangunan, inilah calon jantung budaya Indonesia di IKN yang terinspirasi dari zaman megalitikum hingga masa depan. Sudah lihat desain pemenangnya?
TITIKNOL.ID, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi mengumumkan daftar pemenang Sayembara Desain Bangunan dan Kawasan Pusat Kebudayaan IKN Nusantara.
Kawasan ini diproyeksikan menjadi ruang perayaan sekaligus pusat pengembangan identitas budaya bangsa di jantung ibu kota baru.
Terletak strategis dalam satu garis Sumbu Kebangsaan, Pusat Kebudayaan IKN akan bersanding dengan ikon negara lainnya seperti:
- Istana Negara;
- Plaza Bhinneka Tunggal Ika;
- Kantor Otorita IKN;
- dan Masjid Negara.
Area ini bukan sekadar bangunan, melainkan simpul penting bagi ekosistem budaya Nusantara.
Fasilitas Lengkap dan Modern
Untuk mendukung fungsinya sebagai pusat transformasi pengetahuan dan kreativitas, kawasan ini akan dilengkapi berbagai fasilitas utama, di antaranya:
- Plaza Demokrasi dan Plaza Adi Budaya
- Museum dan Galeri Seni
- Perpustakaan modern
- Gelanggang Olahraga
Bawa Peradaban Megalitikum ke Masa Depan
Dalam pengumuman tersebut, desain bertajuk Cerlang Nusantara berhasil keluar sebagai Juara I.
Disusul oleh Simfoni Puspa Segara di posisi kedua, dan Kisah yang Ditenun oleh Rimba di posisi ketiga.
Konsep “Cerlang Nusantara” mencuri perhatian karena berhasil memvisualisasikan perjalanan peradaban manusia dari zaman megalitikum hingga proyeksi masa depan.
Desain ini membawa pesan kuat bahwa sejarah dan tradisi Nusantara adalah entitas yang terus hidup, bukan sekadar artefak masa lalu.
Secara arsitektural, bangunan utama tampil ikonik dengan nuansa batu berbentuk prismatik.
Desain ini diperkuat dengan sentuhan kearifan lokal Kalimantan melalui filosofi Pohon Kehidupan (pohon kebijakan) yang diintegrasikan ke dalam struktur bangunan.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pembangunan proyek ini akan mengedepankan prinsip kolaborasi dan keterbukaan.
“Hak cipta (copyrights) adalah milik Otorita IKN. Para pemenang kedepannya dapat berkolaborasi jika ada saran pengembangan desain yang lebih baik,” ujar Basuki dalam keterangan resminya, Sabtu (31/1/2026).
Terkait eksekusi di lapangan, Basuki menjelaskan bahwa meski setiap desain sudah menyertakan perkiraan anggaran, pelaksanaan tetap akan menyesuaikan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan ketersediaan dana negara.
“Kami mempertimbangkan ketersediaan anggaran. Paling cepat pembangunan akan dimulai pada tahun 2027,” tambahnya.
Optimisme juga datang dari Yori Antar, arsitek di balik kelompok pemenang utama.
Ia meyakini bahwa kehadiran pusat kebudayaan ini akan menjadi daya tarik internasional.
“IKN akan menginspirasi dunia, karena kawasan ini menunjukkan betapa kayanya budaya dan tradisi yang kita miliki,” pungkasnya.
(*)












