Di tengah ambisi Kaesang Pangarep merebut basis suara di Jawa Tengah dan Bali, para pengamat politik justru memberikan peringatan keras: PSI sedang bermain di zona bahaya di mana sosok Jokowi tak lagi mampu jadi penentu kemenangan
TITIKNOL.ID, JAKARTA – Langkah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mulai memanaskan mesin politik untuk Pemilu 2029 menjadi sorotan tajam.
Meski menargetkan wilayah “Kandang Banteng” seperti Jawa Tengah dan Bali, para pakar menilai ambisi partai yang dipimpin Kaesang Pangarep ini berisiko besar menemui kegagalan.
Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai posisi PSI kian rapuh karena terlalu bergantung pada figur Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Menurutnya, daya magis Jokowi dalam menentukan arah suara pemilih tidak lagi sekuat dulu.
Target realistis PSI sebenarnya hanya berjuang lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold) 4 persen. Bahkan menembus 3 persen saja masih sulit.
“Prediksi saya, PSI tetap akan kesulitan di Jateng dan Bali,” ujar Jerry yang dikutip dari berbagai sumber oleh Titiknol.id pada Kamis (5/2/2026).
Senada dengan Jerry, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menyebut puncak momentum elektoral PSI seharusnya terjadi pada Pemilu 2024 saat Jokowi masih menjabat.
Saat ini, kehadiran Jokowi di lingkaran PSI dianggap tidak lagi memberi insentif elektoral yang signifikan.
Salah Identifikasi Lawan?
Analisis menarik datang dari Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti.
Ia menilai PSI melakukan kekeliruan dalam memetakan lawan politik. Alih-alih PDIP, lawan nyata PSI sebenarnya berada di dalam koalisi sendiri.
“Basis pemilih Jokowi sebelumnya banyak bermuara di Gerindra. Jadi persaingan PSI itu sebenarnya dengan partai di lingkaran koalisi Prabowo. Ini persaingan di dalam, bukan ke luar,” jelas Ray.
Ray juga menegaskan catatan sejarah bahwa mantan presiden jarang memiliki pengaruh elektoral yang cukup besar untuk mendongkrak suara partai secara instan.
Merespons keraguan tersebut, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep tetap optimistis.
Ia menjuluki Jawa Tengah sebagai “kandang gajah” dan mematok target ambisius: 17 kursi DPRD Provinsi pada Pemilu 2029.
Saat ini, PSI memang memiliki modal 12 anggota DPRD di Jawa Tengah, bahkan berhasil menempatkan kader di posisi pimpinan DPRD dan Wakil Walikota Solo.
“PSI hadir untuk masyarakat Jawa Tengah. Tolong bantu kami bekerja dan bergerak bersama menuju Pemilu 2029,” ucap Kaesang dalam upayanya membakar semangat para kader di daerah.
Namun, bagi para pengamat, pernyataan Kaesang tersebut lebih condong sebagai strategi internal untuk memompa moril kader ketimbang kalkulasi politik yang objektif.
(*)










