Setahun berlari, program ‘Gratispol’ di Kaltim tak lepas dari ujian. Dari soal UKT mahasiswa sampai urusan dana pusat yang terpotong. Wagub Seno Aji buka-bukaan soal kekurangan yang ada dan janji buat berbenah. Gimana menurutmu, sudah terasa belum manfaatnya?
TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Menjelang satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, janji politik bertajuk program Gratispol terus menjadi sorotan utama.
Meski diklaim telah berjalan di jalur yang benar, Wagub Seno Aji tak menampik adanya “lubang” evaluasi yang harus segera ditambal demi kesempurnaan pelayanan bagi warga Benua Etam.
Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, pasangan ini langsung tancap gas merealisasikan enam pilar Gratispol, mulai dari pendidikan gratis lintas jenjang, kesehatan, infrastruktur digital desa, hingga program perjalanan spiritual bagi penjaga rumah ibadah.
Dalam evaluasinya, Wagub Kalimantan Timur, Seno Aji memetakan tiga program yang menjadi ujung tombak saat ini, sebagai berikut:
- Pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT);
- Fasilitas kesehatan gratis;
- dan umrah bagi marbot masjid.
Namun, ia secara ksatria mengakui bahwa implementasi di lapangan belum sepenuhnya mulus.
“Alhamdulillah, program prioritas sudah berjalan. Namun, tentu ada kelemahan dan kekurangan yang harus kita perbaiki. Ini hal yang wajar karena programnya masih baru dan butuh penyesuaian sistem,” ujar Seno Aji di Samarinda, Selasa (10/2/2026).
Sektor pendidikan menjadi isu paling seksi yang disorot publik. Sengkarut administrasi dan teknis mulai diurai perlahan oleh Pemprov Kaltim.
Tantangannya tidak main-main; tahun ini pemerintah menargetkan pembiayaan untuk 124 ribu mahasiswa.
Data dari Biro Kesra Kaltim menunjukkan progres nyata.
Pada tahun akademik 2025-2026, sebanyak 21.903 mahasiswa baru dari 53 perguruan tinggi telah menikmati bebas biaya UKT semester pertama dengan total serapan anggaran mencapai Rp105,3 miliar.
Bertahan di Tengah ‘Badai’ Anggaran
Komitmen duet Rudy-Seno kini tengah diuji oleh kondisi fiskal daerah akibat pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD).
Meski ruang gerak anggaran menyempit, Seno memastikan program “Gratispol” tidak akan goyah dan tetap menjadi prioritas dalam APBD.
“Kami terus berusaha memberikan yang terbaik. Pembenahan sistem menjadi fokus utama kami saat ini. Mohon doa dari seluruh masyarakat agar visi-misi ini bisa tuntas demi kesejahteraan Kaltim,” pungkasnya.
(*)












