Penajam

25 Siswa Keracunan Usai Konsumsi MBG, Wabup PPU Akan Panggil SPPG untuk Evaluasi

71
×

25 Siswa Keracunan Usai Konsumsi MBG, Wabup PPU Akan Panggil SPPG untuk Evaluasi

Sebarkan artikel ini

Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, menyatakan pemerintah akan segera memanggil seluruh pemangku kepentingan terkait untuk mengevaluasi proses penyajian hingga distribusi makanan kepada siswa

JENGUK – Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin menjenguk siswa yang keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyatakan pemerintah akan segera memanggil seluruh pemangku kepentingan terkait untuk mengevaluasi proses penyajian hingga distribusi makanan kepada siswa. (TITIKNOL.ID/CINDY)

TITIKNOL.ID,PENAJAM – Insiden puluhan siswa di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang dilarikan ke Puskesmas usai menyantap makan bergizi gratis (MBG) memicu evaluasi serius pemerintah daerah.

Sebanyak 25 siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan dan harus mendapat penanganan medis.

Peristiwa ini langsung menyedot perhatian publik dan menjadi sorotan terhadap pelaksanaan program Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG).

Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, menyatakan pemerintah akan segera memanggil seluruh pemangku kepentingan terkait untuk mengevaluasi proses penyajian hingga distribusi makanan kepada siswa.

“Ini bukti tidak semua sesuatu terjadi seperti hari ini. Karena yang sudah berjalan dua hingga tiga bulan lalu itu baik-baik saja. Namun kita akan memanggil semua pihak terkait untuk evaluasi,” kata Waris saat meninjau kondisi siswa di Puskesmas Waru, Rabu (11/2/2026).

Menurut dia, selama tiga bulan program MBG berjalan di sejumlah kecamatan lain, pelaksanaannya relatif lancar.

Namun insiden di Waru menjadi alarm agar pengawasan diperketat.

Waris mengakui dapur MBG kerap mengalami kekurangan, terutama pada menu tambahan seperti buah-buahan maupun pelengkap lainnya. Hal itu, kata dia, akan menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh.

“Kita anggap kejadian ini untuk dilakukan evaluasi program ke depan. Namun kami harapkan makan bergizi gratis tetap bisa berjalan tanpa mengulang insiden seperti ini,” ujarnya.

Dari total 25 siswa yang diduga terdampak, pemerintah akan segera memanggil pihak SPPG untuk menelusuri penyebab kejadian tersebut, termasuk memastikan standar kebersihan, kualitas bahan, serta takaran gizi.

Baca Juga:   DAFTAR 28 Pemain Timnas Indonesia U-20 Dipanggil untuk Turnamen Mini di Sidoarjo

Waris menegaskan dirinya selama ini turut melakukan kontrol terhadap pelaksanaan MBG. Ia mengaku rutin memantau menu yang disajikan kepada siswa.

“Saya kontrol MBG di anak-anak. Kalau tidak, dihabiskan, apa penyebabnya, apa kekurangannya. Takaran gizi dan vitaminnya seperti apa,” ucapnya.

Ia menambahkan, dokumentasi foto menu harian MBG juga telah diterimanya sebagai bentuk pengawasan.

Meski demikian, pemerintah daerah menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

“Saya imbau para orangtua, khususnya yang anaknya dalam peristiwa ini, kita tidak bisa langsung men-justice satu kesalahan. Pemerintah daerah memohon maaf dan akan mengevaluasi sebaik mungkin, demi anak-anak tetap sehat dan cerdas,” pungkasnya. (TN01)