PenajamTitiknolKaltim

Insiden MBG di Waru, Sekolah Desak Evaluasi Total: Jangan Sampai Terulang di PPU

46
×

Insiden MBG di Waru, Sekolah Desak Evaluasi Total: Jangan Sampai Terulang di PPU

Sebarkan artikel ini
Kepala SDN 008 Waru, Lina Nurhayati menyebut tingkat kehadiran siswa terdampak hampir mencapai 100 persen

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pasca insiden dugaan keracunan makan bergizi gratis (MBG), pihak SD Negeri 008 Waru memanggil orang tua siswa terdampak untuk pertemuan terbuka, Kamis (12/2/2026).

Pertemuan itu menjadi forum klarifikasi sekaligus penyampaian permohonan maaf dari penyelenggara program.

Kepala SDN 008 Waru, Lina Nurhayati, mengatakan pertemuan tersebut dihadiri pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waru serta Koordinator Regional SPPG Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kalimantan Timur.

Menurut Lina, kehadiran perwakilan BGN Kaltim bukan sekadar silaturahmi, tetapi secara langsung menyampaikan permohonan maaf kepada wali murid.

“Tujuan utamanya memang menyampaikan permohonan maaf. Walaupun hasil uji laboratorium belum keluar, dugaan sementara memang mengarah ke makanan bergizi gratis,” ujar Lina, ditemui di ruangannya.

Ia menegaskan, sekolah pada prinsipnya mendukung penuh program nasional tersebut.

Namun, insiden ini menjadi alarm agar pengelolaan dan pengawasan diperketat.

“Kami ingin menyukseskan program ini. Tapi harus dikelola maksimal. Jangan sampai kejadian yang menimpa sekolah kami terjadi lagi di sekolah lain di PPU,” tegas Lina.

Ia membeberkan, gejala mulai muncul sekitar 30 menit setelah siswa menyantap menu MBG hari itu.

Awalnya, pihak sekolah mengira keluhan mual disebabkan anak-anak berlari-lari usai makan.

“Kami pikir kekenyangan karena anak-anak memang sering aktif setelah makan. Tapi ternyata beberapa anak mengalami gejala serupa, seperti mual, pusing, sesak, sampai diare,” jelasnya.

Situasi berubah cepat ketika laporan juga datang dari siswa SMA 2 yang mengalami diare setelah menyantap menu yang sama. Sekolah pun langsung berkoordinasi dengan SPPG dan Puskesmas.

“Pihak SPPG datang menanyakan kondisi. Karena anak-anak makin banyak yang muntah, kami panggil puskesmas keliling. Siswa yang terdampak langsung kami bawa untuk penanganan,” katanya.

Baca Juga:   Program Makan Bergizi Gratis di PPU Masih Terpusat di Dua Kecamatan

Di Puskesmas, dokter menemukan variasi kondisi, mulai dari gejala ringan hingga yang memerlukan pengawasan lebih lanjut. Meski demikian, kondisi siswa kini berangsur pulih.

“Hampir seluruh siswa sudah kembali masuk sekolah dan belajar normal. Tinggal tiga anak yang masih perlu istirahat di rumah. Kemarin sekitar pukul 16.00 WITA, saat kondisi membaik, semuanya sudah dipulangkan. Bahkan sore itu tersisa dua anak saja,” ungkap Lina.

Ia memastikan kondisi anak-anak kini sehat dan ceria. Wali murid juga menyatakan anak-anak mereka jauh lebih baik dibandingkan saat kejadian.

Selama hari-hari pelaksanaan MBG di sekolah tersebut, Lina menyebut tidak pernah ada keluhan. Bahkan setiap menu yang dibagikan selalu habis tanpa sisa karena antusiasme siswa.

“Anak-anak senang, orang tua juga merasa terbantu. Itu sebabnya kami tidak ingin program ini dihentikan, tetapi harus dievaluasi dan dimaksimalkan,” ujar dia.

Dalam pertemuan itu, aspirasi wali murid disampaikan melalui pihak sekolah. Intinya, mereka berharap program MBG tetap berlanjut, namun dengan standar operasional prosedur yang ketat dan pengawasan yang lebih intensif.

“Program ini sangat bermanfaat. Tapi harus lebih baik lagi. SOP harus dijalankan disiplin dan pengawasan diperkuat,” pungkas Lina.

Sementara itu, hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan masih ditunggu untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

(TN01)