SamarindaTitiknolKaltim

KM Nor Dahliya F3 Tenggelam di Rantau Hempang Kukar, Pemilik Kapal Sering Abaikan Imbauan

91
×

KM Nor Dahliya F3 Tenggelam di Rantau Hempang Kukar, Pemilik Kapal Sering Abaikan Imbauan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kapal penyebrang Sungai Mahakam, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Jalur transportasi sungai kembali berduka. Kapal Motor (KM) Nor Dahliya F3 yang tengah dalam perjalanan dari Samarinda menuju Long Bagun dilaporkan karam di perairan Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara.

Insiden yang terjadi pada Kamis 12 Februari 2026 sore ini diduga kuat dipicu oleh kapasitas muatan yang berlebih (overload).

Kapal yang bertolak dari Pelabuhan Sungai Kunjang tersebut membawa beban yang cukup berat saat melintasi alur Sungai Mahakam sekitar pukul 16.00 Wita.

Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda di Kawasan Pelabuhan Sungai Kunjang, KM Nor Dahliya F3 membawa muatan yang sangat signifikan.

Selain mengangkut 36 orang penumpang, kapal tersebut juga dijejali dengan 40 ton barang logistik serta 7 unit sepeda motor.

Kombinasi antara jumlah penumpang dan puluhan ton barang inilah yang kini menjadi sorotan utama dalam penyelidikan penyebab tenggelamnya kapal.

Menanggapi insiden memilukan tersebut, Staf Dishub Samarinda Pelabuhan Sungai Kunjang, Mardiyono, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya konsisten melakukan pengawasan.

Ia menegaskan bahwa imbauan keselamatan selalu diberikan kepada para pemilik kapal sebelum keberangkatan.

“Dari pihak Dinas Perhubungan Kota sering mengimbau. Kalau tidak memenuhi syarat, kami minta untuk mengurangi kapasitasnya,” tegas Mardiyono saat ditemui di Pelabuhan Sungai Kunjang, Senin (16/2/2026).

Namun, Mardiyono tidak menampik bahwa di lapangan masih ditemukan praktik memaksakan muatan.

Fenomena kapal yang tampak melebihi batas aman masih menjadi tantangan besar dalam pengawasan transportasi sungai di Kalimantan Timur. 

“Ya, kadang-kadang (terlihat overload). Sering kami imbau untuk dikurangi muatannya,” tambahnya dengan nada prihatin.

Investigasi dan Evakuasi

Saat ini, fokus utama petugas adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang dan melakukan proses evakuasi terhadap muatan kapal yang tenggelam. Investigasi lebih lanjut tengah dilakukan untuk memastikan apakah ada faktor teknis lain selain masalah beban muatan.

Baca Juga:   Langkah Menangkal Peredaran Politik Uang di Masa Tenang Pilkada Balikpapan 2024

Insiden ini menjadi pengingat keras bagi para pemilik jasa transportasi sungai dan penumpang untuk tidak mengabaikan standar keselamatan pelayaran.

Memaksakan kapasitas angkut bukan hanya pelanggaran administratif, melainkan ancaman nyata bagi nyawa manusia di tengah derasnya arus Sungai Mahakam. (*)