PenajamTitiknolKaltim

Antisipasi Lonjakan Ramadan, TPID Perkuat Pasokan dan Stabilitas Harga

43
×

Antisipasi Lonjakan Ramadan, TPID Perkuat Pasokan dan Stabilitas Harga

Sebarkan artikel ini
HARGA - Pemerintah Kabupaten PPU bersama Kabupaten Paser dan Kota Balikpapan memperkuat sinergi pengendalian inflasi dan ketahanan pangan, Rabu (18/2/2026)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Peningkatan permintaan masyarakat di momen Ramadan berpotensi mendorong lonjakan harga bahan pokok jika pasokan tak terkendali.

Mengantisipasi hal itu, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama Kabupaten Paser dan Kota Balikpapan memperkuat sinergi pengendalian inflasi dan ketahanan pangan.

Penguatan tersebut dibahas dalam High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Rabu (18/2/2026).

Bupati PPU, Mudyat Noor, menyatakan pengawasan harus diperkuat karena Ramadan identik dengan kenaikan permintaan bahan pokok. Jika tidak diantisipasi, lonjakan harga bisa terjadi dalam waktu singkat.

“Ramadan selalu diikuti peningkatan konsumsi. Karena itu, pasokan dan stabilitas harga harus dijaga bersama,” tegasnya.

Ia menekankan peran TPID dalam memastikan distribusi berjalan lancar, termasuk melalui kerja sama antar daerah dan penguatan peran BUMD pangan agar tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar Kalimantan.

“Kemandirian pangan juga perlu kita dorong melalui pemberdayaan masyarakat dan kemitraan dengan petani serta nelayan lokal,” tegasnya.

Menurut Mudyat, pengendalian tidak hanya berhenti pada rapat koordinasi. Sejumlah langkah konkret telah dilakukan, seperti operasi pasar murah di Kecamatan Sepaku pada 27 Januari 2026 serta Gerakan Pangan Murah di Desa Karang Jinawi dan Desa Bukit Subur pada Februari lalu.

Di tengah Ramadan, ia juga menyoroti pentingnya menjaga ketersediaan bahan pangan untuk mendukung program nasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kebutuhan program itu, kata dia, tidak boleh mengganggu stok masyarakat.

“Kita pastikan kebutuhan SPPG terpenuhi tanpa mengurangi ketersediaan di pasar. Kolaborasi dengan dunia usaha dan masyarakat sangat penting,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menyampaikan penguatan kapasitas TPID terus dilakukan agar respons kebijakan lebih cepat terhadap dinamika harga di lapangan.

Baca Juga:   Alasan PKB Usulkan Nagita Slavina Jadi Cawagub Bobby Nasution

Sinergi tiga daerah ini diharapkan mampu menjaga harga tetap terkendali hingga Idulfitri, sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan tanpa tekanan lonjakan harga kebutuhan pokok.

(TN01)