Kondisi ini menyebabkan uang jaminan yang telah disetor otomatis hangus dan menjadi milik negara. Ini poin penting yang harus diperhatikan masyarakat sebelum menawar
TITIKNOL.ID, TANA PASER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser kembali tancap gas dalam menata aset daerah di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), sejumlah kendaraan dinas yang sudah purna tugas akan segera dilepas ke publik melalui proses lelang transparan dan akuntabel.
Langkah ini diambil bukan sekadar urusan cuci gudang, melainkan bagian dari strategi efisiensi dan optimalisasi Barang Milik Daerah (BMD).
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Paser menggandeng Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Balikpapan sebagai garda terdepan penilai aset.
Kepala Bidang Pengelolaan BMD BKAD Paser, Muhammad Arully, menegaskan bahwa keterlibatan KPKNL adalah jaminan bahwa seluruh proses berjalan profesional.
Saat ini, pihaknya tengah berada dalam fase krusial, yakni menunggu hasil penilaian fisik aset.
“Tahun ini, kami kembali berkoordinasi dengan KPKNL Balikpapan untuk penilaian sekaligus pelelangan kendaraan dinas. Kami menunggu hasil penilaian tersebut sebagai dasar pelaksanaan lelang terbuka nanti,” ujar Arully, Minggu (29/3/2026).
Nantinya, setelah angka valuasi keluar, masyarakat umum dipersilakan ikut bertarung memperebutkan unit kendaraan yang tersedia, sepanjang memenuhi persyaratan yang ditetapkan secara nasional.
Meski antusiasme warga Paser tergolong tinggi, Arully memberikan catatan serius bagi para calon peserta. Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, masih ditemukan pemenang lelang yang “masuk angin” atau tidak menyelesaikan kewajiban pembayaran tepat waktu.
Sanksinya tidak main-main. Peserta yang lalai melakukan pelunasan akan langsung dinyatakan gugur atau wanprestasi.
“Kondisi ini menyebabkan uang jaminan yang telah disetor otomatis hangus dan menjadi milik negara. Ini poin penting yang harus diperhatikan masyarakat sebelum menawar,” tegasnya mengingatkan.
Evaluasi 2025 dan Target Tahun Ini
Menilik data tahun 2025, minat masyarakat sebenarnya cukup menjanjikan.
Pada periode April 2025, dari 14 unit yang diajukan, sebanyak 13 unit sukses berpindah tangan. Sementara pada Desember 2025, dari 43 unit yang ditawarkan, 30 unit berhasil terjual.
Beberapa unit yang belum terserap pasar, termasuk kendaraan yang batal diambil pemenang karena masalah pelunasan, akan diputar kembali dalam bursa lelang tahun 2026 ini.
“Unit yang belum terjual maupun yang batal dilunasi akan kami ajukan kembali. Kami ingin memastikan semua aset ini terkelola dengan baik dan memberikan pemasukan bagi daerah,” pungkas Arully.
(*)












