PenajamTitiknolKaltim

Tanpa Pentas Seni, Alun-alun PPU Sepi, Pelaku UMKM Berpencar Cari Pembeli

49
×

Tanpa Pentas Seni, Alun-alun PPU Sepi, Pelaku UMKM Berpencar Cari Pembeli

Sebarkan artikel ini
Lapak UMKM berjejer di Taman Alun-alun Penajam, menjadi pusat aktivitas warga sekaligus penggerak ekonomi lokal, meski kini mulai terdampak sepinya kegiatan pentas seni.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Himpunan UMKM Taman Alun-alun (HUTA) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengaku kian lesu menyusul ditiadakannya pentas seni yang selama ini menjadi magnet keramaian di alun-alun kota.

Ketua HUTA PPU, Muh Pramanta, menyebut penurunan pendapatan pelaku UMKM sudah dirasakan sejak tahun lalu, namun kondisi tersebut lebih parah lagi pada 2026 seiring kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah.

“Penurunan pendapatan sebenarnya sudah dirasakan dari tahun sebelumnya. Cuma tahun ini lebih turun lagi,” ujar Tata saat diwawancarai, Senin (6/4/2026).

Ia mengatakan, pihaknya memahami kondisi keuangan daerah yang terbatas. Meski begitu, HUTA berharap pemerintah dapat kembali menghidupkan kegiatan pentas seni di alun-alun sebagai pemicu perputaran ekonomi.

“Dengan kondisi pemerintah saat ini kita sangat memaklumi. Tapi tetap kalau pemerintah bisa mengadakan pensi, pasti keramaiannya bakal berbeda,” katanya

Tata menambahkan, meskipun pemerintah telah memberikan stimulus, kemandirian UMKM belum sepenuhnya mampu menggantikan dampak positif dari event yang menghadirkan keramaian pengunjung.

“Sejauh ini belum ada pembicaraan, tapi kami berencana koordinasi lagi terkait penghidupan alun-alun,” ucapnya.

Saat ini, para pelaku UMKM memilih bergerak sendiri-sendiri untuk bertahan, dengan mencari titik-titik strategis dalam meningkatkan penjualan.

Sejumlah lokasi yang menjadi pilihan di antaranya kawasan Pantai Nipah-Nipah, depan RSUD, hingga tetap bertahan di sekitar alun-alun.

Menurut dia, dorongan untuk kembali menggelar kegiatan di alun-alun tidak hanya datang dari pelaku UMKM, tetapi juga dari masyarakat sebagai pengunjung.

“Sebenarnya bukan hanya pelaku UMKM yang menginginkan pensi kembali digelar di alun-alun, tapi pengunjung pun sama. Kalau ada pensi kan ramai pengunjung, lapak-lapak juga ikut merasakan keuntungannya,” jelasnya.

Ia menegaskan, konsep yang diusung HUTA adalah UMKM mandiri yang tidak sepenuhnya bergantung pada pemerintah.

Baca Juga:   Alasan Pemprov Kaltim Teken Kerja Sama dengan Tujuh Perguruan Tinggi Negeri 

Namun demikian, keberadaan event dinilai tetap menjadi faktor penting dalam mendongkrak penjualan.

“Konsep kami kan UMKM mandiri, tidak bergantung 100 persen kepada pemerintah. Tapi kalau pemerintah memikirkan kami, yang terbaik adakan event lagi, karena kami ini taunya jualan. Kalau ada event alhamdulillah,” tutup Tata.

(TN01)