Penajam

Dispusip PPU Gelar Resensi Buku, Yusuf Basra: Melatih Peserta Berpikir Kritis

501
×

Dispusip PPU Gelar Resensi Buku, Yusuf Basra: Melatih Peserta Berpikir Kritis

Sebarkan artikel ini

Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Penajam Paser Utara (PPU), menggelar Lomba Resensi Buku dalam rangka Bulan Literasi 2024

Dinas Perpustakaan dan Arsip Penajam Paser Utara (PPU) menggelar lomba resensi buku yang digelar dalam rangka Bulan Literasi, Rabu (20/8/2024). TITIKNOL.ID

TITIKNOL.ID,PENAJAM – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Penajam Paser Utara (PPU), menggelar Lomba Resensi Buku dalam rangka Bulan Literasi 2024.

Lomba yang diikuti 52 peserta dari siswa-siswi SMA Se Kabupaten Penajam Paser Utara ini dengan tema literasi untuk perdamaian, sekolah gaul anti kekerasan

Kepala Dispusip PPU, Muhammad Yusuf Basra saat membuka lomba resensi buku ini menjelaskan tujuan dari kegiatan ini yakni untuk meningkatkan minat baca khususnya kepada para pelajar.

Ia mengatakan, dalam melakukan resensi buku maka peserta dituntut untuk bisa membaca dan memahami apa yang terkandung dalam buku tersebut.

“Ini juga melatih kepada mereka untuk bisa bersifat kritis apa yang ditemukan dalam buku tersebut. Dia harus mengulas isi dalam buku dan dituangkan dalam tulisannya,” jelasnya.

Bahkan ia meminta kepada peserta untuk tidak minder meski dalam lomba ini sejumlah peserta merupakan juara kelas mulai peringkat pertama sampai ketiga.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa dalam melakukan resensi buku bukan dilihat dari panjang atau pendek yang dituangkan dalam ulasan dan kritikan, namun bagaimana bisa menemukan  esensi dari buku tersebut yang tidak ditemukan orang lain.

Dalam kegiatan ini lanjutnya, pihaknya sebelumnya sudah menyampaikan judul buku yang akan diresensi dan sudah disebar secara online yakni e-book dengan judul sekolah gaul anti kekerasan.

Yusuf Basra mengatakan, dalam lomba ini juga akan diketahui kemampuan daya nalar dan kritis setiap peserta sehingga ke depan mereka akan memiliki daya piker kritis.

Mengenai lomba ini, ia mengatakan bahwa para peserta diwajibkan untuk menulis hasil resensi mereka dan bukan dituangkan dalam laptop.

Baca Juga:   Pj Bupati PPU Terkesan Tingginya Animo Warga Belanja di Pasar Murah

“Kami ingin karya mereka original atau asli dengan tulisan tangan sendiri untuk melatih kejujuran dan integritas di usia dini.” katanya. (Advertorial)