TITIKNOL.ID – Sejumlah oknum anggota TNI diduga menyerang Markas Polres Tarakan, Kalimantan Utara, pada Senin (24/2) malam.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 23.30 WITA itu mengakibatkan enam anggota polisi mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Penyerangan ini diduga dilakukan oleh personel Bantuan Penugasan (BP) Satgas Yonif 614/Raja Pandhita (RJP).
Dalam rekaman video yang beredar, tampak sekelompok orang masuk ke pos penjagaan Polres Tarakan dengan membawa kayu dan melakukan perusakan.
Akibatnya, sejumlah fasilitas di Mapolres Tarakan mengalami kerusakan.
Kapendam VI/Mulawarman, Kolonel (Kav) Kristiyanto, membenarkan adanya kejadian tersebut.
Namun, ia menegaskan bahwa insiden ini bukan masalah antar institusi, melainkan murni akibat kesalahpahaman antar individu.
“Ini bukan persoalan institusional antara TNI dan Polri, tetapi lebih kepada kesalahpahaman yang terjadi di lapangan,” ujar Kristiyanto, Selasa (25/2).
Pihak TNI dan Polri masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik penyerangan ini.
Kodam VI/Mulawarman dan Polda Kaltara telah berkoordinasi guna memastikan penyelesaian masalah tanpa memicu eskalasi lebih lanjut.

Sementara itu, enam anggota kepolisian yang mengalami luka-luka merupakan personel piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tarakan.
Kapolda Kaltara, Irjen Hary Sudwijanto, bersama Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, telah menjenguk para korban di rumah sakit.
“Total ada enam anggota kami yang mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam proses perawatan,” ujar Kapolda Kaltara.
Untuk mengusut kasus ini, Detasemen Polisi Militer (Denpom) telah memeriksa sejumlah oknum TNI yang diduga terlibat.
Namun, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah personel yang diperiksa serta kemungkinan sanksi yang akan diberikan.
Baik Polda Kaltara maupun Kodam VI/Mulawarman menegaskan bahwa mereka tetap solid dan berkomitmen menjaga keamanan di Kalimantan Utara.
Masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi dengan berbagai informasi yang belum terverifikasi terkait insiden ini.
“Kami pastikan bahwa sinergitas antara TNI dan Polri tetap terjaga. Semua pihak sedang bekerja sama untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan baik,” tegas Pangdam VI/Mulawarman. (*)












