TITIKNOL.ID – Sebanyak 494 kepala daerah dari seluruh Indonesia telah mengikuti retret kepala daerah sejak 21 Februari 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan program pemerintah daerah dengan pusat guna memperkuat pembangunan nasional.
Selain menjadi ajang penyelarasan kebijakan, retret ini juga berfungsi sebagai forum perkenalan bagi kepala dan wakil kepala daerah dari berbagai tingkat pemerintahan.
Dengan begitu, koordinasi lintas wilayah dapat berjalan lebih efektif.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Masud, menilai bahwa retret ini juga memiliki manfaat lain, yakni membangun kedisiplinan para peserta.
Menurutnya, kedisiplinan menjadi faktor penting dalam menjalankan roda pemerintahan di daerah.
Selama retret, para kepala daerah mendapatkan pembekalan langsung dari berbagai kementerian dan lembaga nasional.
Rudi Masud menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur siap melaksanakan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai bagian dari komitmen nasional.
Salah satu langkah yang akan dilakukan Pemprov Kaltim pasca-retret adalah efisiensi anggaran pada sektor prioritas.
Hal ini dinilai penting untuk memastikan penggunaan anggaran yang optimal demi percepatan pembangunan di Kalimantan Timur.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menambahkan bahwa dalam retret tersebut, Presiden RI berpesan agar pembangunan IKN berjalan sesuai rencana.
Pemerintah daerah diminta untuk mendukung kelancaran proyek strategis nasional tersebut.
Selain pembangunan IKN, retret ini juga membahas berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ekonomi daerah, serta meningkatkan pelayanan publik.
Setelah delapan hari menjalani pembekalan di Akademi Militer Magelang, para kepala dan wakil kepala daerah diharapkan siap bekerja secara maksimal untuk daerah mereka masing-masing selama lima tahun ke depan.
Retret kepala daerah menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Dengan komitmen dan disiplin yang kuat, diharapkan setiap daerah dapat berkontribusi dalam pembangunan nasional, termasuk suksesnya pemindahan Ibu Kota Nusantara. (*)










