Uncategorized

Kasus Korupsi Minyak, Erick Thohir Bakal Evaluasi Total Pertamina dan Wacanakan Merger

539
×

Kasus Korupsi Minyak, Erick Thohir Bakal Evaluasi Total Pertamina dan Wacanakan Merger

Sebarkan artikel ini
Kejagung menetapkan sejumlah tersangka di Pertamina yang menyebabkan kerugian negara. (HO/Istimewa)

TITIKNOL.ID – Menteri BUMN Erick Thohir mengumumkan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap PT Pertamina menyusul kasus dugaan korupsi tata kelola minyak yang menjerat Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan.

Erick menegaskan bahwa perbaikan akan dilakukan untuk memastikan transparansi dan efisiensi di tubuh perusahaan pelat merah tersebut.

“Tentu kita akan review total. Seperti apa nanti perbaikan-perbaikan yang bisa kita lakukan ke depannya,” ujar Erick di Jakarta, Sabtu (1/3/2025).

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah menghormati dan mengapresiasi proses hukum yang sedang dijalankan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Salah satu langkah yang dipertimbangkan dalam evaluasi ini adalah kemungkinan merger beberapa perusahaan di bawah Pertamina untuk meningkatkan efisiensi operasional. Erick menyoroti potensi penggabungan unit bisnis agar tidak terjadi praktik jual beli minyak yang merugikan perusahaan.

“Apakah mungkin ada 1-2 perusahaan yang harus di-merger-kan, supaya nanti antara kilang dan Patra Niaga tidak ada exchange penjualan. Kami akan review,” jelasnya.

Lebih lanjut, Erick menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam menangani permasalahan ini.

Ia menyebutkan bahwa Kementerian BUMN akan berkoordinasi dengan SKK Migas, Kementerian ESDM, dan instansi terkait lainnya untuk mencari solusi terbaik.

Kasus ini mencuat setelah Kejagung mengungkap dugaan manipulasi dalam pembelian bahan bakar.

Tersangka Riva Siahaan dan beberapa pihak lain diduga membeli BBM dengan nilai oktan RON 90 atau lebih rendah, tetapi pembayaran dilakukan seolah-olah untuk RON 92.

BBM tersebut kemudian dilakukan blending di storage atau depo agar sesuai dengan standar yang dibayarkan.

Menanggapi kasus ini, Erick menekankan pentingnya menjaga citra Pertamina di mata publik.

Ia mengingatkan bahwa kasus yang melibatkan individu tertentu tidak boleh merusak reputasi seluruh perusahaan.

Baca Juga:   Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik Beberkan Solusi Atasi Kemiskinan di Penajam

“Jangan sampai persepsinya bahwa ketika ada oknum, ada individu, akhirnya seluruh korporasinya itu dibilang tidak baik,” tegasnya.

Meskipun demikian, Erick memastikan bahwa secara keseluruhan kondisi keuangan dan pelayanan Pertamina saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya, meski masih ada tantangan yang harus dihadapi.

Pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan guna menjaga kepercayaan publik terhadap BUMN strategis ini. (*)