TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji memiliki mimpi untuk lahirkan puluhan ribu Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM baru di Kalimantan Timur, Minggu (9/3/2025).
Karena itu, langkah yang akan dibuat tentu saja Pemprov Kaltim bakal memberikan bala bantuan modal untuk usaha. Tentu saja modal digunakan untuk usaha, bukan konsumtif tapi lebih ke arah produktif.
Dijelaskan oleh Wagub Kaltim, Seno Aji, nantinya Pemprov Kaltim memberikan sokongan modal usaha sekaligus pendampingan dan pengawasan terhadap pelaku UMKM baru.
Secara rinci, Pemprov Kaltim akan membentuk 20 ribu UMKM baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kaltim.
Sebagai bentuk dukungan, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji mengutarakan bahwa pemprov berencana menyalurkan insentif kepada pelaku UMKM.
Tidak sekadar memberi modal, program tersebut akan disertai dengan pemantauan selama satu tahun untuk memastikan bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal.
“Kami akan mengevaluasi bagaimana bantuan ini berdampak pada perkembangan usaha dan seberapa besar serapan tenaga kerja yang tercipta,” katanya.
Ia mengatakan UMKM menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Sebab sektor ini memiliki peran penting dalam meningkatkan produk domestik bruto (PDB) serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi kita baru sekitar 6 persen, Masih ada ruang untuk berkembang dan kita bisa mendorong peningkatannya,” tambahnya.
Kendati demikian, Seno Aji menyadari ada tantangan seperti keterbatasan akses permodalan dan minimnya informasi terkait layanan keuangan masih menjadi kendala bagi UMKM.
Oleh karena itu ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta dan masyarakat untuk mempercepat perkembangan UMKM.
“Dukungan terhadap UMKM tidak bisa dilakukan sendiri. Sinergi antara berbagai pihak sangar dibutuhkan agar UMKM semakin kuat dan mampu bersaing,” ungkapnya.
Dorong UMKM via Gebyar Ramadhan
Sisi lainnya, di tempat terpisah, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Samarinda, Jusmaramdhana Alus, menegaskan bahwa gelaran Gebyar Ramadan Market 2025 bukan sekadar acara baru.
Tetapi langkah langkah untuk memajukan UMUM, bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem UMKM di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (7/3/2025).
Meskipun acara serupa pernah digelar sebelumnya, kali ini pihaknya lebih gencar dalam merangkul berbagai delegasi untuk berpartisipasi secara maksimal.
“Hanya saja sebelumnya mungkin kurang terekspos. Kami ingin memanfaatkan momentum Ramadhan ini untuk lebih aktif berpartisipasi dan tidak terjebak dalam perdebatan soal efisiensi anggaran. Justru, kami ingin menggali lebih dalam potensi yang ada,” kata Yus, sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan bahwa regulasi pemerintah sudah dipertimbangkan secara matang sehingga pola kerja yang diterapkan dalam acara ini lebih sistematis.
Salah satunya dengan merangkul pelaku UMKM Kota Samarinda agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Dia mengungkapkan, pencapaian membanggakan bagi produk lokal Samarinda dalam beberapa bulan terakhir.
Beberapa produk UMKM telah berhasil menembus pasar Kuala Lumpur, Malaysia serta mendapatkan tempat di sejumlah pusat perbelanjaan di Indonesia, seperti di Surabaya dan Mall Sarinah Jakarta.
“Kami bersyukur seminggu yang lalu menerima surat dari salah satu pengelola UMKM Samarinda bahwa dalam satu bulan terakhir, produk lokal kita berhasil masuk ke pasar Kuala Lumpur,” tuturnya.
Di Sarinah Jakarta, ada produk food and beverages, sedangkan di Kuala Lumpur lebih ke produk kerajinan.
“Kami juga sedang menjajaki peluang untuk memiliki tenan di Lombok,”bebernya..
Namun, tantangan masih ada, terutama dalam hal persaingan merek. Salah satu contoh yang disoroti adalah produk amplang yang dijual di Samarinda tetapi menggunakan brand dari Kota Balikpapan.
Menurutnya, ini menjadi pekerjaan rumah bagi Diskumi untuk memperkuat branding produk lokal Samarinda agar lebih dikenal luas, baik di dalam maupun luar daerah.
“Namun, harapan kami adalah agar Samarinda sebagai ibu kota provinsi bisa menjadi gerbang utama bagi produk UMKM di Kalimantan Timur,” tuturnya.
Menariknya, Gebyar Ramadan Market 2025 dapat terlaksana tanpa menggunakan anggaran dari APBD, Yus menyebut bahwa hanya sedikit biaya yang digunakan untuk dekorasi, sementara sebagian besar pendanaan diperoleh dari sponsor.
“Karena keterbatasan anggaran, kami tidak mungkin membebankan biaya sewa stand kepada UMKM. Oleh karena itu, kami menggandeng beberapa sponsor, dan alhamdulillah acara ini bisa tetap berjalan,” katanya.
Di bawah koordinasi Dekranasda, ada 10 booth tenan yang dikelola. “Semuanya diberikan secara gratis bagi UMKM,” ungkapnya. (*)












