Titiknol IKN

Persekutuan Gereja dan Injili Indonesia Berminat Bangun Kantor Pusat di IKN Nusantara

444
×

Persekutuan Gereja dan Injili Indonesia Berminat Bangun Kantor Pusat di IKN Nusantara

Sebarkan artikel ini
DUKUNG BANGUN IKN - Persekutuan Gereja dan Injili Indonesia berminat membangun kantor pusat di IKN Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Hal ini disampaikan dalam agenda munas XIII Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga Injili Indonesia di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada 17 Maret hingga 21 Maret 2025. (HO/PGLIII)

TITIKNOL.ID BALIKPAPAN – Persekutuan Gereja dan Injili Indonesia berminat membangun kantor pusat di IKN Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

Hal ini terungkap saat dalam agenda munas XIII Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada 17 Maret hingga 21 Maret 2025. 

Dalam Munas ini, Pdt. Tommy Lengkong, M.Th terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat PGLII periode 2025–2029, didampingi jajaran kepengurusan baru.  

Usai Munas, Pdt. Tommy Lengkong, yang didampingi Sekretaris I Pdt. Dr. Samuel Kusuma, menyatakan bahwa PGLII mendoakan dan mendukung sepenuhnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Bahkan, PGLII berencana membangun Kantor Pusat di IKN bekerja sama dengan Otorita IKN.  

PGLII terus menjadi mitra pemerintah pusat maupun daerah dalam pembangunan nasional, melakukan peningkatan kesejahteraan bangsa, penegakan keadilan berdasarkan hukum.

“Turut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” ujar Pdt. Tommy Lengkong dalam siaran persnya yang diterima Titiknol.id pada Selasa (25/5/2025).  

Dia menegaskan bahwa PGLII akan mengerahkan potensi maksimal bersama seluruh Sinode Gereja dan Lembaga Anggota PGLII dalam menyelesaikan Amanat Agung Yesus Kristus ke seluruh nusantara hingga ke ujung-ujung bumi.

Atasi Konflik di Papua 

Dalam hal penyelesaian konflik di Papua, PGLII meminta pemerintah untuk berdialog dengan tokoh-tokoh gereja di sana.  

Penyelesaian konflik di Papua harus dengan jalan damai, tanpa kekerasan, penganiayaan, pembunuhan, serta menghormati dan menjaga Papua sebagai ‘Tanah Injil’ yang memiliki kearifan lokal.

Juga menghentikan pengiriman atau penambahan pasukan non-organik TNI ke Papua.

“PGLII siap menjadi mitra pemerintah dalam dialog dengan tokoh-tokoh gereja di Tanah Papua,” tegasnya.  

Baca Juga:   Otorita Ajak Pemprov Kaltim Terlibat  Perencanaan dan Pembangunan di Ibu Kota Nusantara

Munas XIII PGLII yang berlangsung di Balikpapan Sport dan Convention Center-Dome serta Bethany Hall Living Plaza Balikpapan ini dihadiri anggota dari 75 Sinode dan 28 Lembaga/Yayasan se-Indonesia.  

Ketua Umum PGLII periode 2020–2025, Pdt. Dr. Ronny Mandang, menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran kepengurusan yang telah berkontribusi dalam memajukan PGLII sebagai lembaga gerejawi aras nasional yang berasaskan Injili (Evangelical).  

Ia juga memberikan apresiasi kepada Panitia Munas XIII yang diketuai Pdt. Dr. Anton Tarigan, serta berbagai pihak yang mendukung suksesnya acara, di antaranya Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, Anggota DPD RI Yulianus Henokh, Pangdam VI/Mulawarman, Kapolda Kaltim, Kepala Otorita IKN Ir. Basuki Hadimuljono, Stafsus OIKN Troy H. Pantouw, serta para donatur. (*)