TITIKNOL.ID – Rencana pelaksanaan salat Idulfitri 1446 H di Ibu Kota Nusantara (IKN) tahun ini terpaksa batal.
Penyebabnya, proyek pembangunan Masjid Negara IKN belum rampung dan masih dalam tahap konstruksi dengan sejumlah kendala teknis.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menyebut bahwa masjid tersebut masih dalam proses pengerjaan, terutama pada bagian struktur atap dan menara.
Faktor aksesibilitas dan keselamatan jemaah juga menjadi pertimbangan utama dalam keputusan ini.
“Dengan mempertimbangkan faktor teknis dan aksesibilitas yang masih memerlukan penyempurnaan, pelaksanaan salat Idulfitri 2025 di Masjid Negara IKN belum dapat dilaksanakan,” ujar Troy dalam keterangannya, Rabu (26/3/2025).
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini, progres pembangunan Masjid Negara IKN baru mencapai 54,3 persen.
Dengan kondisi tersebut, fasilitas yang ada belum memenuhi standar untuk digunakan sebagai tempat ibadah dalam skala besar yang melibatkan ribuan jemaah.
Selain kendala pembangunan, akses menuju lokasi masjid juga masih perlu diperbaiki.
Infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya memadai menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi keputusan ini.
“Akses menuju lokasi masjid masih perlu disempurnakan untuk mengakomodasi kendaraan pengunjung dan jemaah, guna memaksimalkan aspek keselamatan dan kenyamanan,” tambahnya.
Sebelumnya, proyek Masjid Negara IKN ditargetkan selesai pada triwulan keempat tahun 2025.
Dengan perpanjangan kontrak pembangunan, pemerintah berharap masjid ini dapat mulai difungsikan untuk kegiatan ibadah menjelang akhir tahun.
“Menurut informasi dari Kementerian PUPR, target penyelesaian pembangunan Masjid Negara IKN diharapkan dapat tercapai pada triwulan keempat tahun 2025. Jika sesuai rencana, masjid ini bisa mulai digunakan untuk ibadah pada akhir tahun,” jelas Troy.
Masjid Negara IKN nantinya akan menjadi salah satu ikon utama di ibu kota baru.
Bangunan ini dirancang dengan empat lantai utama, dua lantai mezanin, serta pelataran dua lantai yang berfungsi sebagai area serbaguna dan parkir.
Masjid ini diproyeksikan mampu menampung hingga 29 ribu jemaah.
Dengan batalnya salat Idulfitri tahun ini di Masjid Negara IKN, masyarakat di sekitar wilayah ibu kota baru kemungkinan besar akan melaksanakan ibadah tersebut di lokasi alternatif.
Pemerintah pun diharapkan dapat mempercepat penyelesaian proyek agar masjid ini bisa segera digunakan sebagai pusat kegiatan keagamaan di IKN. (*)










