DPRD Samarinda

Insiden Kebakaran Big Mall Samarinda: DPRD Desak Pengelola Tanggung Jawab Penuh

346
×

Insiden Kebakaran Big Mall Samarinda: DPRD Desak Pengelola Tanggung Jawab Penuh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi - Puing kerusakan pasca kebakaran Big Mall Samarinda. IST

TITIKNOL.ID – Peristiwa kebakaran yang melanda Big Mall Samarinda pada Selasa (3/6/2025) awal pekan ini memicu gelombang keprihatinan sekaligus kritik pedas dari kalangan legislatif.

Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Adnan Faridhan, dengan tegas menyatakan bahwa pihak pengelola mal harus bertanggung jawab penuh terhadap para pengunjung yang terdampak, khususnya mereka yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap tebal.

Data dari Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda menunjukkan fakta yang mencengangkan: 25 orang dilaporkan mengalami sesak napas, bahkan beberapa di antaranya harus menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan.

“Ini bukan sekadar soal teknis, tetapi menyangkut kemanusiaan. Manajemen harus menunjukkan empati, setidaknya dengan menyampaikan permintaan maaf secara langsung dan memberikan bantuan kepada para korban,” ujar Adnan, Minggu (8/6/2025).

Politikus Partai Golkar ini juga menyoroti dugaan lemahnya kepedulian pengelola terhadap aspek keselamatan publik. Ia mengingatkan bahwa reputasi sebuah pusat perbelanjaan sangat bergantung pada respons mereka dalam menghadapi situasi darurat.

Lebih lanjut, Adnan menyarankan agar izin operasional gedung Big Mall dievaluasi kembali, terutama terkait kelayakan sistem keamanan dan keselamatan. Menurutnya, gedung yang tidak memenuhi standar keselamatan tidak layak dibuka untuk umum.

“Jika terbukti ada kelalaian dalam penerapan standar keselamatan, maka langkah evaluatif, termasuk pembekuan izin operasional, harus dipertimbangkan,” tegasnya.

Adnan juga mengimbau seluruh pengelola gedung di Samarinda untuk meningkatkan frekuensi pengecekan dan pemeliharaan fasilitas keselamatan, seperti sistem pemadam kebakaran, jalur evakuasi, dan peralatan darurat lainnya.

“Keselamatan pengunjung adalah prioritas utama. Jangan tunggu ada korban jiwa baru kita bergerak. Semua gedung harus siap menghadapi situasi darurat kapan pun,” pungkasnya.

Hingga saat ini, penyelidikan terhadap penyebab kebakaran masih berlangsung. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, namun pihak kepolisian belum memberikan kesimpulan akhir. Insiden ini diharapkan menjadi titik balik bagi peningkatan standar keselamatan di pusat perbelanjaan di Kota Samarinda. (*/adv)