Penajam

38 Guru di PPU Masuki Purna Tugas, Disdikpora Upayakan Solusi Terbaik Menambal Kekurangan Guru

359
×

38 Guru di PPU Masuki Purna Tugas, Disdikpora Upayakan Solusi Terbaik Menambal Kekurangan Guru

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU Andi Singkerru.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kelimpungan menghadapi krisis tenaga pendidik dalam menunjang proses belajar mengajar.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Andi Singkerru menyebutkan hampir tiap tahunnya guru-guru di PPU mencapai purna tugas mereka. Tahun ini, dikabarkan 38 guru akan memasuki masa pensiun.

“Krisis guru ini dihadapi seluruh Indonesia karena memang sekolah-sekolah kita butuh pengajar. Kita mengalami ini bertahun-tahun, tapi untuk mengisi kekurangan itu aturan pusat telah membatasi rekruitmen guru baru. Tahun ini saja, kita kehilangan 38 guru kita,” ungkap Andi, Jumat (11/7/2025).

Menurutnya, kekurangan guru ini menimbulkan dampak yang besar terhadap sistem pendidikan. Pertama, menurunnya kualitas pendidikan. Kedua, guru lainnya dihadapkan pada beban yang lebih berat, karena terpaksa harus mengajar double.

“Kita kesulitan mengatasi ini. Mau mengandalkan formasi tenaga pendidik, seleksi CPNS dan PPPK harus menunggu informasi resmi dari pusat, sedangkan jumlah guru baru tidak seimbang dengan jumlah guru yang pensiun,” beber Andi.

Kondisi ini semakin memperburuk sistem pendidikan yang ada, dimana jumlah guru yang tersisa di PPU, kebanyakan posisinya di usia-usia tua, sementara pendidikan merupakan hak dan kewajiban bagi seluruh warga untuk memperolehnya, yang kini harus ditempuh wajib 13 tahun lamanya, mulai jenjang TK hingga SMA/SMK.

“Ada sekolah mengabari kami, bahwa mereka kehilangan tenaga yang betul-betul profesional, belum lagi penempatan guru PPPK malah ditarik lagi. Saya bilang, tunggu dulu, kita akan bicarakan secara internal kemudian bawa ke pimpinan,” ucap dia.

Meski tipis harapan untuk menambah jumlah guru, pihaknya tetap akan mengupayakan solusi agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan maksimal.

(Advertorial/TN01)