SamarindaTitiknolKaltim

Gaya Hidup Mewah Pejabat Disorot, Walikota Samarinda Andi Harun: Jangan Jauhkan Diri dari Rakyat

200
×

Gaya Hidup Mewah Pejabat Disorot, Walikota Samarinda Andi Harun: Jangan Jauhkan Diri dari Rakyat

Sebarkan artikel ini
GAYA HIDUP PEJABAT - Walikota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa gaya hidup mewah dan pamer kekayaan (flexing) tidak pantas ditunjukkan oleh pejabat publik.

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Walikota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa gaya hidup mewah dan pamer kekayaan (flexing) tidak pantas ditunjukkan oleh pejabat publik.

Menurutnya, hal tersebut tidak membawa manfaat apa pun bagi masyarakat, bahkan berpotensi memperlebar jarak sosial antara pemimpin dan rakyat.

“Pejabat seharusnya menjadi teladan dalam kesederhanaan. Flexing itu hanya bentuk validasi diri lewat kemewahan yang tidak ada faedahnya bagi rakyat. Yang dibutuhkan masyarakat adalah manfaat nyata,” ujar Walikota Samarinda, Andi Harun pada Kamis malam (4/9/2025), usai menghadiri sebuah acara di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda.

Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas imbauan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang sebelumnya mengingatkan pejabat pusat dan daerah untuk menjauhi gaya hidup pamer kekayaan.

Menurut Walikota Andi Harun, flexing bukan hanya tidak berguna, tapi juga bisa merusak citra pemimpin di mata publik.

Ketimpangan gaya hidup justru menghambat kepercayaan dan dukungan rakyat.

“Kalau pemimpin sibuk memamerkan kemewahan, bagaimana mungkin mereka bisa dekat dengan rakyat? Itu justru memperlebar jurang sosial dan bisa menghambat jalannya pemerintahan maupun pembangunan,” katanya.

Ia juga menanggapi alasan sebagian pejabat yang berdalih bahwa kekayaan yang ditampilkan berasal dari jerih payah pribadi, bukan uang negara.

“Itu tetap tidak bisa dijadikan pembenaran. Masyarakat tidak melihat sumbernya, tapi dampaknya. Masyarakat punya logika sendiri, dan itu harus dihormati. Jangan sampai rakyat merasa semakin jauh dari para pemimpinnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Andi Harun menyarankan agar para pejabat menyimpan gaya hidup mewah untuk diri sendiri, bukan dipamerkan di ruang publik.

“Kalau memang punya [harta], simpan saja. Nikmati secara pribadi. Tapi selama menjabat sebagai pemimpin, tampilkan sikap yang bermanfaat dan tidak mencolok. Kesederhanaan jauh lebih terhormat,” pungkasnya. (*)