SangattaTitiknolKaltim

Sinergi Pemkab dan Provinsi untuk Kunci Jalur Buaya dan Aliran Banjir di Kutai Timur

98
×

Sinergi Pemkab dan Provinsi untuk Kunci Jalur Buaya dan Aliran Banjir di Kutai Timur

Sebarkan artikel ini
BANGUN KANAL BANJIR - Kondisi aliran sungai di Karangan, Kutai Timur yang direncanakan akan dibangun kanal agar bisa berufungsi atur aliran banjir dan tangkal reptil buaya liar. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kini tengah serius merancang solusi jangka panjang untuk warga Desa Karangan Seberang, Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.

Membangun kanal di Kutai Timur ternyata bukan sekadar urusan mengalirkan air. Lebih dari itu, megaproyek di Karangan Seberang ini menyimpan tiga manfaat vital mulai dari memutus rantai banjir tahunan hingga menjadi tameng warga dari teror predator buaya. Namun, dengan skala sebesar itu, dari mana anggarannya akan berasal?

TITIKNOL.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini tengah serius merancang solusi jangka panjang untuk warga Desa Karangan Seberang, Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.

Bukan sekadar drainase biasa, sebuah kanal banjir raksasa sedang disiapkan untuk menyapu dua masalah sekaligus, yakni:

  • Luapan air tahunan;
  • dan ancaman predator buaya yang kerap masuk ke permukiman.

Proyek strategis ini difokuskan untuk melindungi area terdampak parah, terutama di RT 06, Jalan Soekarno-Hatta, yang selama ini menjadi langganan banjir.

Rencana besar ini mendapat dukungan penuh dari Anggota DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan.

Ia menegaskan bahwa proyek ini memerlukan intervensi anggaran yang tidak sedikit, sehingga kolaborasi lintas pemerintahan menjadi harga mati.

Menurutnya, ini bukan urusan drainase kecil. Ini adalah proyek strategis demi keselamatan nyawa warga. 

Oleh karena itu, sinergi antara Pemkab Kutim dan dukungan anggaran dari Provinsi Kaltim sangat diperlukan.

“Agar pembangunan ini berjalan maksimal,” tegas Agusriansyah yang dikutip Titiknol.id pada Selasa (3/2/2026).

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, bergerak cepat dengan menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan kajian teknis yang mendalam.

Bupati Ardiansyah mewanti-wanti agar pembangunan ini direncanakan dengan perhitungan yang matang.

“Kami serahkan sepenuhnya kepada tim teknis PUPR untuk dikaji secara presisi. Satu hal yang saya tekankan: pembangunan kanal ini jangan sampai hanya memindahkan masalah banjir ke wilayah hilir,” ujar Bupati Ardiansyah dengan nada tegas.

Baca Juga:   ‎Melihat Progres IKN 2025 Lewat Google Earth, dari Hutan Menjadi Kota

Pagar Pelindung dari Buaya

Aspirasi ini sejatinya lahir dari kekhawatiran mendalam masyarakat Desa Karangan Seberang.

Kepala Desa setempat, Ahmad Muzahid, mengungkapkan bahwa drainase yang ada saat ini sudah kewalahan menampung volume air.

Kondisi semakin mencekam karena luapan air seringkali membawa “tamu tak diundang” dari habitat alami di sekitar desa.

Predator buaya kerap terpantau naik ke permukiman saat air meluap, menciptakan teror bagi warga di tengah musibah banjir.

Kanal ini nantinya tidak hanya mengatur aliran air, tapi juga berfungsi sebagai proteksi fisik atau pembatas jalur lintasan buaya agar tidak masuk ke area padat penduduk.

“Selama ini, kami hanya bisa memasang papan peringatan waspada buaya sebagai langkah darurat,” ungkap Muzahid.

Dengan terealisasinya kanal terintegrasi ini, diharapkan rasa was-was warga akan hilang.

Harapannya, musim hujan tidak lagi identik dengan bencana banjir dan ancaman predator, melainkan menjadi musim yang tenang bagi seluruh masyarakat Karangan Seberang. (*)