Penjabat (Pj) Bupati PPU Makmur melakukan penanaman pohon di lapangan depan Stadion Panglima Sentik Penajam TITIKNOL.ID/HO
TITIKNOL,PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), melakuka penanaman pohon di halaman Stadion Panglima Sentik Penajam.
Untuk kegiatan ini, Pemkab PPU bersama KLHK menyiapkan bibit sebanyak 2000 lebih.
Penjabat (Pj) Bupati PPU Makmur Marbun dalam kesempatan tersebut menyampaikan penanaman pohon ini diharapkan tidak hanya dilakukan pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) saja tetapi juga berkelanjutan.
Ia menyebut bibit yang ditanam pada aksi ini berupa tanaman pelindung maupun peneduh penghijauan seperti tabebuya, flamboyan, pucuk merah, dan sebagainya serta tanaman produktif seperti kelengkeng, mangga, jeruk, jambu kristal
Untuk itu, Ia meminta tanaman tersebut dapat dirawat dengan baik karena manfaatnya yang dapat dirasakan bersama dalam jangka panjang.
Ia juga berterima kasih kepada KLHK dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Mahakam-Berau yang telah bersinergi dengan Pemkab PPU dan menginisiasi kegiatan ini.
“Kegiatan ini tidak hanya sekadar momentum untuk menanam pohon, tetapi merupakan panggung bagi kita semua untuk bersama-sama merenung dan bertindak nyata dalam upaya melindungi lingkungan hidup kita,” ucapnya.
Tenaga Ahli Menteri LHK Taruna Jaya dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa perubahan iklim telah dirasakan bersama baik ditingkat regional maupun dunia.
Oleh karenanya, Indonesia berkomitmen untuk melakukan penanaman pohon sebagai salah satu langkah antisipasi untuk mitigasi perubahan iklim.
Ia juga menyebut penanaman pohon ini merupakan upaya untuk peningkatan cadangan karbon serta menurunkan emisi.
“Sudah menjadi komitmen Indonesia bahwa Pemerintah Indonesia akan mengurangi tingkat emisi sampai dengan 31% dengan biaya sendiri dan 42,5% dengan bantuan dana dari luar,” ucapnya.
Penanaman pohon yang menjadi bagian dari upaya pemulihan lingkungan, sebutnya, diupayakan pula untuk penanaman dari jenis endemik artinya jenis-jenis setempat.
Hal ini dilakukan agar sesuai dengan tempat tumbuhnya dan sebagai upaya konservasi jenis-jenis lokal.(*)












