News google
Titiknol IKN

Tantangan Kaltim pada IKN Nusantara, Persoalan Ketersediaan Pangan hingga Kultur Agraris

×

Tantangan Kaltim pada IKN Nusantara, Persoalan Ketersediaan Pangan hingga Kultur Agraris

Sebarkan artikel ini
IKN DI KALTIM - Program YouTube Helmy Yahya Bicara dengan tema "Serius IKN Jadi Ibu Kota Baru Indonesia?" pada 17 Mei 2024. Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik dalam kesempatannya membeberkan, Kalimantan Timur masih kurang dalam hal ketersediaan pangan, lahan pertanian kecil bila disandingkan dengan sektor pertambangan dan migas. (YouTube @HelmiYahyaBicara)

TITIKNOL.ID, NUSANTARA – Kalimantan Timur telah dipilih sebagai lokasi Ibu Kota Negara Indonesia yang baru. Diberinama Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara. Kalimantan Timur punya tantangan terhadap Ibu Kota Negara dengan ketahanan pangan. 

Hal ini disampaikan oleh Pj Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik dalam program acara di YouTube Helmy Yahya Bicara dengan tema “Serius IKN Jadi Ibu Kota Baru Indonesia?” pada 17 Mei 2024.

Dia katakan, Kalimantan Timur menjadi penyangga IKN Nusantara. Seberapa siap dalam menghadapi tantangan ini. 

Menurut Pj Gubernur Akmal Malik, Kalimantan Timur harus memberikan dukungan penuh terhadap IKN Nusantara. Harus dibuktian secara bersama-sama. 

Awalnya, pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur dianggap sebelah mata, akan tetapi kemudian bisa dibuktian. 

 “Karena konsistensi dan ada pembuktian bahwa Kaltim siap meski awalnya dianggap sebelah mata. Seluruh daerah di Indonesia dukung IKN Nusantara di Kaltim,” beber Akmal Malik. 

Sekarang ujar Akmal Malik, adanya penetapan IKN Nusantara di Kalimantan Timur, tantangan ke depan ialah soal kesiapan pangan. 

Sebelum ada penetapan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur, keberadaan Kaltim masih bergantung pada daerah luar dalam hal sisi pasokan pangan. Pertanian masih dikatakan minim bila dibandingkan sektor pertambangan dan minyak gas. 

“Sampai hari ini Kaltim masih bergantung pada daerah luar, ya karena lebih ke pertambangan dan migas,” ungkap Akmal Malik yang pernah menjabat sebagai Pj Gubernur Sulawesi Barat. 

Sebagai contoh, Kalimantan Timur untuk pasokan beras masih mengandalkan dari Pulau Jawa dan Sulawesi, tentu ini harus diubah mengingat IKN Nusantara telah berada di pangkuan Kalimantan Timur. 

“Kebutuhan beras Kaltim saja 75 persen didatangkan dari Jawa dan Sulawesi. Ini jadi tantangan besar bagi Kaltim,” tegas Akmal Malik. 

Baca Juga:   Otorita Rencana Bangun Museum di IKN Nusantara

Dua Kekurangan Kalimantan Timur

Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik melihat, Kalimantan Timur masih kurang dalam hal ketersediaan pangan, lahan pertanian kecil bila disandingkan dengan sektor pertambangan dan migas. 

Bicara mengenai pemanfaatan lahan, Kalimantan Timur bisa dibilang bagus, sebab lahan digunakan untuk kegiatan ekonomi yang masih didominasi basis sektor pertambangan dan migas. 

“Kita masih masalah dalam ketersediaan pangan. Kalau pemanfaatan lahan, ya bagus. Ini ke depan salah satu tantangan optimalkan lahan untuk ketersediaan pangan. Kaltim lahannya luas,” kata Akmal Malik. 

Ia menggambarkan, untuk titik lokasi ketersediaan lahan untuk pangan, Kalimantan Timur punya potensi. Lahan subur bisa cocok untuk kegiatan pertanian demi ciptakan ketahanan pangan di tengah tantangan hadirnya IKN Nusantara. 

“Kita ada lahan subur di Kutai Timur, Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, punya lahan buat pertanian,” ujar Akmal Malik.

Selain ketersediaan pangan, Kalimantan Timur juga perlu untuk giatkan kultur agraris. Seakan jadi sia-sia, membangun infrastruktur pertanian tetapi tidak diimbangi kultur agraris. 

Budaya bertani di Kalimantan Timur harus terus ditajamkan, tidak melulu pada gaya industri pertambangan.

Dari dulu Kalimantan Timur memang terkenal pada sektor pertambangan, sekarang mulai diperluas dengan ciptakan kultur agraris. 

“Harus diimbangi dengan kultur agraris. Makanya kami kirim ana-anak muda ke Taiwan, studi banding belajar pertanian,” katanya. 

Berdasarkan catatan Pemprov Kalimantan Timur, terungkap, data kependudukan di Kalimantan Timur sebagian besar dari usia muda. 

Komposisinya ada 56 persen, jumlah penduduk Kalimantan Timur dari kalangan milenial dan generas Z.

Bonus demografi ini harus dimanfaatkan untuk penguatan pertanian demi terciptanya ketahanan pangan di Kalimantan Timur dan IKN Nusantara.  

“Makanya kita ciptakan kultur agraris. Pekerjaan rumah Kaltim ke depan, memastikan anak-anak muda mau ke pertanian. Kami buatlah kemudian program petani milenial. Investasi yang besar harus diikuti dengan peningkatan ketahanan pangan,” ujar Akmal Malik yang lahir di Pulau Punjung, Sumatera Barat.  (*)

Baca Juga:   Jhon Kenedi Sambut Baik Upacara HUT RI 2024 Digelar di IKN Nusantara