Balikpapan

Keseruan Arum Jeram ala SDI Tunas Bangsa Madani di Graha Indah Balikpapan Utara Kaltim

×

Keseruan Arum Jeram ala SDI Tunas Bangsa Madani di Graha Indah Balikpapan Utara Kaltim

Sebarkan artikel ini
ARUM JERAM BALIKPAPAN - Sekolah Dasar Islam Tunas Bangsa Madani atau SDI TBM di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur membuat program kegiatan belajar yang menyatu bersama alam lingkungan sekolah. Melakukan aktivitas arum jeram di sebuah sungai yang berarus, Jumat (7/6/2024).  (HO/SDI Tunas Bangsa Madani)

“Harus merdeka belajar, bagaimana menciptakan kegiatan belajar dan mengajar yang tidak membosankan agar para siswa bisa mengembangkan diri, penyerapan ilmunya bisa efektif.”

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Sekolah Dasar Islam Tunas Bangsa Madani atau SDI TBM di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur membuat program kegiatan belajar yang menyatu bersama alam lingkungan sekolah. 

Sekolah ini berada di bilangan Jalan MT Haryono, Gang Tumaritis, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Pantauan Titiknol.id, dalam sebuah video yang beredar, kegiatan berlangsung di sekitaran sekolah SDI Tunas Bangsa Madani Balikpapan, memanfaatkan aliran sungai samping sekolah, Jumat (7/6/2024). 

Faktor pemberian alam tersebut digunakan untuk kegiatan belajar mengajar para pelajar. Arum jeram, memakai perahu karet. 

Setiap siswa diberikan kesempatan untuk naik ke perahu karet lalu dibuat kompetisi layaknya pertanding balapan perahu karet. 

Para siswa terlihat riang, saat ada temannya sudah turun berada di perahu karet, mereka yang masih di daratan memberi dukungan, melemparkan kalimat yel yel semangat, jadi seolah benar-benar dalam situasi laga balapan perahu. 

Kondisi sungai bisa dibilang layak pakai, airnya yang tidak kotor, tiada cemaran sampah yang parah membuat suasana bermain perahu karet jadi semarak. 

Aliran sungai bisa dibilang mengalir lancar, membuat laju perahu karet leluasa, serasa benar-benar arum jeram tingkat minimalis. 

Ya, arung jeram bagian dari aktivitas di luar ruangan yang mendorong adernalin seseorang yang menumpangi perahu karet. Kegiatan ini selalu berhubungan dengan melintasi sungai yang berarus. 

Untuk SDI Tunas Bangsa Madani Balikpapan ini, setiap pemandu, termasuk para siswa yang memakai perahu karet.

Kegiatannya dilengkapi dengan keselamatan diri berupa jaket pelampung. Keselamatan tetap menjadi perhatian meskipun kondisi alam sungainya dilihat tidak membahayakan.   

Baca Juga:   Dittipidkor Bareskrim Polri Tetapkan 2 Tersangka Suap Pengurusan DID Kota Balikpapan, Termasuk Eks Kadis PU

Sebelum para siswa naik ke perahu karet, dilakukan senam dan gerak jalan, melakukan pemanasan fisik. 

Pandangan Psikolog Pendidikan

Dalam pandangan Anggun Aprilia Eka Putri, S.Psi., M.Psi, psikolog pendidikan dari Biro Pisikologi Dinamika Balikpapan menyatakan kepada Titiknol.id. 

Ada manfaat bagi lembaga pendidikan yang memanfaakan alam sebagai media pembelajaran. Para siswa terlatih secara fisik dan akan peka terhadap lingkungan alam sekitar. Ketangkasan para siswa akan semakin terasah, membuka wawasan lingkungan hidup. 

Kata Anggun Aprilia Eka Putri, mereka belajar bagaimana alam ternyata bisa memberikan keuntungan, bisa membuat hari-hari jadi lebih gembira. 

“Kan bisa lihat, mereka belajar pada alam, sungainya bersih bisa menguntungkan bagi kita sendiri, buat bekal ke depan, mereka nanti bisa selalu sadar harus jaga kebersihan dan kelestarian alam. Karena lingkungan alam yang bersih asri bisa menguntungkan,” tutur Anggun Aprilia Eka Putri.

Selain itu, pola belajar yang mengkombinasikan dengan alam dan gerak fisik akan mengikis rasa kebosanan pelajar. Hal ini membuat para pelajar akan ketagihan untuk berasa di lingkungan sekolah.

Saat berada di rumah akan selalu kangen berada di sekolah. Karena sekolah berhasil ciptakan suasana belajar yang menggembirakan. 

Sungai yang bersih dan lingkungan yang asri di samping Sekolah Dasar Islam Tunas Bangsa Madani, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Jumat 7 Juni 2024 pagi.

“Kalau belajar suasananya asyik, kita bisa memasukan pesan-pesan ilmu di pembelajaran yang kreatif dan menggembirakan pasti siswanya akan menyerapnya secara baik, ilmu yang disampaikan dari guru akan terekam, benar-benar paham dan akan terus bisa dipakai ilmunya,” ujar Anggun Aprilia Eka Putri.

Metode pembelajaran memang harus dinamis, tidak melulu harus berada di dalam ruang kelas, duduk rapi terdiam pada bangku sekolah dan sebatas mendengar apa yang diutarakan sang guru. 

Baca Juga:   3 Tahap Rekrutmen Anggota PPS Pilkada Balikpapan 2024, Bukan Berdasar Nepotisme

“Harus merdeka belajar, bagaimana menciptakan kegiatan belajar dan mengajar yang tidak membosankan agar para siswa bisa mengembangkan diri, penyerapan ilmunya bisa efektif,” ungkap Anggun Aprilia Eka Putri. (*)