News google
Balikpapan

Tiada Jemput Bola, Membuat PMI Balikpapan di Kaltim Kurang Pasokan Kantong Darah

×

Tiada Jemput Bola, Membuat PMI Balikpapan di Kaltim Kurang Pasokan Kantong Darah

Sebarkan artikel ini
DONOR DARAH BALIKAPAN - Ilustrasi aksi kampanye donor darah yang digiatkan oleh PMI Balikpapan saat pendemi Virus Corona di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Kondisi donor darah di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur sedang dalam sorotan. Ketersediaan kantung darah dari para pendonor mulai menipis di kantor PMI Balikpapan, Jumat (7/6/2024). (Instagram @pmi_balikpapan)

“3 hari atau 4 hari berturut-turut sebelumnya, kami tidak ada kegiatan mobile unit, atau pengambilan darah di luar gedung, dengan sistem jemput bola.”

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Kondisi donor darah di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur sedang dalam sorotan. Ketersediaan kantong darah dari para pendonor mulai menipis di kantor PMI Balikpapan. 

Apa yang menjadi penyebab stok kantong darah mulai semakin menipis? 

Penanggung Jawab Medis PMI Balikpapan, dr. Eitin Defira, menjelaskan, memang benar Palang Merah Indonesia atau PMI Balikpapan sedang minimalis dalam hal ketersediaan pasokan donor darah.

Dia membeberkan, terbatasnya pasokan tentu ada sebabnya yakni pengaruh ketiadaan mobile unit atau sistem jemput bola. Selama ini program jemput bola mencari pendonor darah absen. 

“Karena 3 hari atau 4 hari berturut-turut sebelumnya, kami tidak ada kegiatan mobile unit, atau pengambilan darah di luar gedung, dengan sistem jemput bola. Itu yang membuat stok kami menipis,” katanya dikutip oleh Titiknol.id, Sabtu (8/6/2024). 

Kondisi yang terjadi pada catatan PMI Balikpapan di 6 Juni 2024, ketersediaan kantong darah di PMI Balikpapan hanya tersisa 35 kantong saja.

“Itu belum ditambah permintaan pasien dan donor sukarela kita,” ungkap Eitin. 

Belakangan ini, PMI Balikapan mengalami peningkatan order stok darah untuk yang golongan A, B, O dan AB.

Kontan saja, kondisi itu tidak mungkin tidak terlayani, PMI Balikpapan bagaimanapun situasinya harus sigap, siap sedia untuk menyediakan bagaimanapun caranya. Hal ini dilakukan atas dasar panggilan dalam pertolongan untuk kemanusiaan. 

Alternatif yang biasa dilakukan PMI Balikpapan yakni meminta bantuan kepada para pendonor yang loyal, yang sudah dianggap langganan memberikan donor. PMI Balikpapan memiliki daftar pendonor yang bisa dimanfaatkan dalam situasi dan kondisi darurat.

Baca Juga:   Presiden Jokowi Kagum pada Desain Sekolah Islam Al Azhar Ibu Kota Nusantara di Kaltim

“JBiasanya kita hubungi par pendonor yang biasanya rutin donor, untuk bisa mendonasikan darahnya ke PMI Balikpapan,” tegas Eitin. 

Tujuan dari langkah tersebut tentu saja agar bisa membantu pasien-pasien di rumah sakit. “Ya kan memang lagi menipis sekali ketersediaan darah kami,” beber Eitin.

Ukuran Tingkat Kesadaran

Mengenai kesadaran untuk memberi donor darah, masyarakat Kota Balikpapan masih dinilai sangat tinggi. Antusiasnya tidak redup, masih mau ikhlas meluangkan waktu untuk donor darah. 

PMI Balikpapan telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan untuk aski pengambilan darah. Sekali kegiatan ini dilangsungkan maka PMI Balikpapan bisa menghasilkan 50 hingga 75 kantong setiap harinya.

Belum lagi ada beberapa masyakakat Balikpapan yakni lebih dari 50 orang biasanya datang ke Kantor PMI untuk mendonasikan darahnya secara sukarela, memang benar-benar terpanggil datang ke PMI Balikpapan.

Catatan dari PMI Balikpapan, mereka yang berkegiatan donor darah dari kalangan remaja, anak muda, yang notabene sebagai usia-usia produktif. Yakni di atas usia 17 tahun, usia 30, bahkan ada yang sudah berusia 60 tahun. (*)