News google
Titiknol IKN

Analisis Syahganda Nainggolan, Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur tanpa Ada Harapan

×

Analisis Syahganda Nainggolan, Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur tanpa Ada Harapan

Sebarkan artikel ini
IKN DI KALTIM - Syahganda Nainggolan, Pendiri Sabang Merauke Circle, menilai Ibu Kota Nusantara di Provinsi Kalimantan Timur dianggap tanpa ada harapan setelah adanya peristiwa mundurnya Kepala Badan dan Wakilnya Otorita IKN Nusantara. (YouTube @medcomid)

“Bangun cepat kantor presiden dan wakil presiden, kemunginan tidak akan terjadi di Pak Prabowo memimpin. Presiden berikutnya akan evaluasi proyek IKN.”

TITIKNOL.ID, JAKARTA – Ibu Kota Nusantara di Provinsi Kalimantan Timur dianggap tanpa ada harapan setelah adanya peristiwa mundurnya Kepala Badan Otorita IKN Bambang Susantono dan Wakilnya Dhony Rahajoe.

Hal ini disampaikan oleh Syahganda Nainggolan, Pendiri Sabang Merauke Circle dalam program YouTube @medcomid bertempat “Analisis Sahabat Mantan Bos IKN,” yang tayang pada 8 Juni 2024. 

Dia bertutur, mundurnya ketua dan wakil ketua OIKN menunjukkan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur tanpa harapan. Keduanya itu orang profesional dan sudah teruji dari kemampuannya. 

“Mereka orang profesional, canggih-canggih, pernah di ADB. Wakilnya di Sinarmas, sudah biasa di perumahan,” tuturnya. 

Ibu Kota Negara Indonesia yang baru bernama Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara, ditempatkan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. 

Penilaian Syahganda, yang mengutip dari pernyataan Sudrajat Djiwandono, ekonom ternama dari Indonesia bahwa membangun Ibu Kota Negara Indonesia yang baru bukanlah sesuatu hal yang urugen.

“Bangun cepat kantor presiden dan wakil presiden, kemunginan tidak akan terjadi di Pak Prabowo memimpin. Presiden berikutnya akan evaluasi proyek IKN,” tutur Syahganda.  

Syahganda pun sebut Prabowo Subianto, menilai sudah tidak menjadikan skala prioritas terhadap Ibu Kota Nusantara, karena untuk selesaikan tidak bisa cepat harus ada proses panjang, setidaknya dicicil 20 sampai 35 tahun mendatang. 

“Mereka pimpinan OIKN sebenarnya sudah lama mau mundur tapi kenapa pas menjelang mendekati tujuh belasan, hari Kemerdekaan Indonesia.

Tidak ada harapan IKN bisa diteruskan, itu yang saya terjemahkan,” kata Syahganda. 

Ada perencanaan pada Juli kantor presiden sudah tersedia tetapi untuk wakil presiden belum ada. Syahganda menilai, Prabowo Subianto pasti tidak menarik. 

Baca Juga:   Mendagri Optimistis HUT RI Tahun Ini Digelar di Ibu Kota Nusantara

“Masa belum siap, nanti Prabowo tidak di Jakarta, kenapa Prabowo harus pindah lebih dulu ke Kalimantan,” tuturnya.

Sebelumnya Softbank sudah mundur, JICA Jepang sudah mundur. Kemungkinan Jokowi berharap besar pada China, minta kepada China agar China investasi besar-besaran di IKN, tapi sampai sekarang China belum bisa,” uangkap Syahganda. (*)