Sangatta

Petani di Kutai Timur Mengeluh Biaya Penjualan Hasil Panen, Kasmidi Bulang Tawarkan Solusi

261
×

Petani di Kutai Timur Mengeluh Biaya Penjualan Hasil Panen, Kasmidi Bulang Tawarkan Solusi

Sebarkan artikel ini
KELUHAN PETANI KUTIM - Ilustrasi petani sedang berada di pematang sawah, memberikan pupuk ke tanaman padi. Para petani di Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur mengalami kendala dalam hal distribusi hasil pertanian. Lantaran biaya penjualan yang dinilai berbiaya tinggi. (bibitonline.com)

Wakil Bupati Kutai Timur, Kasmidi Bulang yang membeberkan dari hasil laporan keluhan para petani di Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.

TITIKNOL.ID, SANGATTA – Para petani di Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur mengalami kendala dalam hal distribusi hasil pertanian. Lantaran biaya penjualan yang dinilai berbiaya tinggi. 

Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Kutai Timur, Kasmidi Bulang yang membeberkan dari hasil laporan keluhan para petani di Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (18/6/2024). 

Kata Kasmidi Bulang, para petani di Kutai Timur kesulitan dalam distribusi hasil panen padi lantaran biaya penjualan yang mahal. 

Kendala lainnya, para petani di Kutai Timur terbentur saat ingin menjadikan gabah menjadi beras yang kualitas premium. 

“Mereka para petani menyampaikan kurangnya sarana dan prasarana panen, teknologi yang kurang memadai,” beber Kasmidi Bulang. 

Tentu saja, respons Kamsidi Bulang, keluhan para petani tersebut akan ditampung dan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. 

Sebagai langkah konkrit, ke depan Pemkab Kutai Timur akan mengambil kebijakan memberi bantuan berupa teknologi pertanian modern. 

Tujuannya, ujar Kasmidi Bulang, untuk memaksimalkan hasil pertanian dan solusi jalan keluar persoalan yang dihadapai para petani. 

“Mempermudah pengolahan hasil pertanian setelah panen,” tambahnya. (*)