SangattaTitiknolKaltim

Nyepi dan Idulfitri Berdekatan, Bupati Akui Momentum Pererat Kebersamaan di Kutai Timur

55
×

Nyepi dan Idulfitri Berdekatan, Bupati Akui Momentum Pererat Kebersamaan di Kutai Timur

Sebarkan artikel ini
Ogoh-ogoh di Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Hindu di wilayah "Bumi Untung Benua" yang merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Indahnya keberagaman di Kutai Timur! Tahun ini, perayaan Nyepi dan Idulfitri jatuh berdekatan. Bupati Ardiansyah Sulaiman ajak warga jadikan momen ini sebagai jembatan persaudaraan. Simak pesan lengkapnya di sini

TITIKNOL.ID, SANGATTA – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Hindu di wilayah “Bumi Untung Benua” yang merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Momen sakral ini terasa semakin meriah dengan digelarnya pawai ogoh-ogoh oleh masyarakat Hindu setempat pada Rabu (18/3/2026).

Dalam penyampaiannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman memberikan apresiasi tinggi terhadap komunitas Hindu yang terus berkontribusi menjaga keharmonisan di tengah keberagaman suku dan budaya di Kutai Timur.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat, saya menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu di Kutai Timur,” ujar Ardiansyah.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menilai aktifnya kegiatan keagamaan seperti pawai ogoh-ogoh dan ritual Nyepi merupakan bukti nyata kekayaan batin dan budaya masyarakat.

Menurut Bupati Ardiansyah, praktik keagamaan yang terjaga baik ini memperkokoh identitas Kutai Timur sebagai daerah yang heterogen namun tetap rukun.

Masyarakat Hindu di Kutai Timur masih sangat aktif menjalankan tradisi keagamaannya. 

“Ini adalah bagian dari kekayaan budaya kita yang harus terus dijaga,” tuturnya.

Keunikan Momen Nyepi dan Idulfitri

Lebih lanjut, Bupati menyoroti keunikan kalender tahun ini, di mana perayaan Nyepi jatuh berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri.

Kesamaan waktu ini diharapkan menjadi jembatan untuk mempererat tali persaudaraan lintas agama.

“Tahun ini perayaan Nyepi berdekatan dengan Idulfitri. Kita berharap momentum ini menjadi bagian penting dalam memupuk rasa kebersamaan dan persatuan kita di Kutai Timur,” pungkas Ardiansyah.

Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1948 ini diharapkan menjadi sarana refleksi diri bagi umat Hindu, sekaligus memperkuat fondasi toleransi di Kutai Timur yang telah terjaga harmonis selama bertahun-tahun.

Baca Juga:   Bupati PPU Pastikan Mutasi Digelar Januari, Tegaskan Murni Penyegaran

(*)