Sangatta

KEK Maloy di Kutai Timur Kaltim Optimis Berjalan, Nilai Investasi Capai Rp500 Miliar Lebih

397
×

KEK Maloy di Kutai Timur Kaltim Optimis Berjalan, Nilai Investasi Capai Rp500 Miliar Lebih

Sebarkan artikel ini
INVESTASI KEK MALOY - Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. KEK Maloy Kutai Timur ini dibuat dengan tujuan mendorong penciptaan nilai tambah melalui industrialisasi atas berbagai komoditi. (HO/kekmbtk)

Seandainya Kemenhub sudah memberikan lampu hijau maka KEK Maloy Kutai Timur akan terus eksis, bisa beroperasi menjadi roda ekonomi daerah Kutai Timur. 

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Keberlanjutan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kutai Timur, akan terus ditindaklanjuti.

Kemungkinan Agustus ini akan mendapatkan persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

Hal ini terungkap usai Rapat Pemantauan Evaluasi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) Kabupaten Kutai Timur pada Sabtu (10/8/2024) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Dijelaskan oleh Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan, sampai Agustus 2024, KEK Maloy mendapatkan izin dari KLHK. 

“Tinggal menunggu dari Kemenhub saja, ya sebentar juga akan keluar,” ujarnya. 

Seandainya Kemenhub sudah memberikan lampu hijau maka KEK Maloy Kutai Timur akan terus eksis, bisa beroperasi menjadi roda ekonomi daerah Kutai Timur. 

Dibangunnya KEK Maloy tentu saja untuk pengembangan dan pemerataan ekonomi, terutama di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. 

Karena itu, izin KEK Maloy jangan sampai dicabut. Sejauh ini, Rizal klaim, sudah ada nilai investasi hingga Rp500 miliar lebih. 

“Kita kan maunya menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia,” tegasnya.

KEK Maloy Kutai Timur ini dibuat dengan tujuan mendorong penciptaan nilai tambah melalui industrialisasi atas berbagai komoditi di wilayah tersebut.

Berdasarkan keunggulan geostrategis wilayah Kutai Timur, KEK Maloy akan menjadi pusat pengolahan kelapa sawit dan produk turunannya, serta pusat bagi industri energi seperti industri mineral, gas dan batu bara. (*)