TITIKNOL.ID, SANGATTA – Perjalanan kisah batik paku dari Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur terus berkibar. Masyarakat sudah ada yang minat terhadap hasil karya seni batik paku ini.
Motif batik paku asal Kabupaten Kutai Timur yang dirancang Risno Asan Sunjoyo tidak hanya diminati dalam negeri, namun juga luar negeri seperti Malaysia.
Menginjak pada tahun 2012, Risno bergabung dengan pemilik Batik Wakaroros untuk memproduksi batik-batik khas Kutai Timur.
Risno saat itu dipercaya untuk membuat batik paku yang identik dengan tanaman paku-pakuan.
Hingga akhirnya pada tahun 2015, Risno memberanikan diri membuka galeri Batik Paku di Kawasan Sangatta Lama, Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.
“Dengan modal nekat, saat ini saya sudah memiliki tiga orang perajin batik yang menjahitkan pesanan,” beber Risno yang dikutip Titiknol.id pada Jumat (21/2/2025).
Perjalanannya membuka galeri secara mandiri tidak selaku mulus.
Pasalnya, ia sempat terkena dampak kebakaran di Sangatta Lama pada tahun 2018.
Bersyukurnya, seiring berjalannya waktu, Batik Paku mulai dikenal bahkan tak jarang diikutkan dalam festival- festival fashion yang cukup besar.
Per bulan, ia mampu memproduksi 50 hingga 100 lembar pakaian batik paku dengan harga dibanderol mulai Rp350 ribu hingga Rp2,5 juta.
“Pesanan tidak hanya dari Kutai Timur saja, melainkan dari luar daerah seperti di Kalimantan Timur, Jawa, hingga luar negeri seperti Malaysia,” terangnya.
Ia yang berprofesi sebagai karyawan tambang, mampu melestarikan budaya lokal Kalimantan Timur, khususnya Kutai Timur melalui batik paku.
Hal itu karena Risno memiliki ketertarikan terhadap kesenian, termasuk memainkan alat musik sape.
“Kalau di festival juga kami tampilkan batik-batik paku dengan iringan musik sape yang saya mainkan agar menarik pengunjung,” tuturnya.
Ia berharap pemuda-pemuda Kutai Timur juga mampu melestarikan budaya lokal melalui karya seni yang dibakati masing-masing.
“Harapannya budaya kita tidak punah dan terus lestari sampai anak cucu nanti,” tuturnya. (*)












