BerauTitiknolKaltim

BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Berau Kaltim hingga 31 Maret 2025, Warga mesti Waspada

526
×

BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Berau Kaltim hingga 31 Maret 2025, Warga mesti Waspada

Sebarkan artikel ini
POTENSI BANJIR ROB - Ilustrasi air laut sedang pasang.  BMKG Berau memprediksi banjir yang terjadi di beberapa kampung di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur akan ada susulan pada 31 Maret 2025. (Meta Ai)

TITIKNOL.ID, TANJUNG REDEB – BMKG Berau memprediksi banjir yang terjadi di beberapa kampung di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur akan ada susulan. 

Informasi yang dianalisis oleh BMKG Berau, membeberkan, bencana akan diperparah dengan potensi adanya banjir rob di akhir Maret 2025.

Termasuk pada kawasan yang berada di pesisir pantai dan daerah aliran sungai.

Demikian dijelaskan oleh Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi yang dikutip oleh Titiknol.id pada Minggu (30/3/2025). 

Ade dalam hal ini memperingatkan agar warga di Berau, Kalimantan Timur tetap waspada terhadap potensi bencana yang bisa menimpa siapa saja dan dimana saja. 

Dia katakan, banjir rob yang terjadi akibat permukaan air laut yang lebih tinggi dari bibir pantai diperkirakan akan datang pada 30 dan 31 Maret 2025.

Menurut prakiraan BMKG, gelombang air pasang akan terjadi pada 30 Maret 2025, dengan ketinggian air berkisar antara 2,4 hingga 2,7 meter.

Hal ini akan berlangsung mulai pukul 07.00 Wita hingga 10.00 Wita, dan kembali pada malam hari, antara pukul 20.00 Wita hingga 22.00 Wita.

Kondisi serupa diperkirakan akan terulang pada 31 Maret 2025, yang bertepatan dengan malam takbiran dan menyambut Idulfitri dengan ketinggian air sedikit lebih tinggi, yakni 2,1 meter hingga 2,9 meter pada pagi hari, serta 2,2 hingga 2,6 meter pada malam hari.

Tanda-tanda bahaya telah terlihat di beberapa titik, seperti di sekitar perkantoran Bupati Berau dan beberapa kawasan di Kota Tanjung Redeb, di mana air mulai naik akibat pasang air laut.

Ade menjelaskan bahwa faktor utama penyebab banjir rob adalah pasang air laut.

Namun adanya aliran air dari hulu sungai Kelay yang bertemu dengan air laut menambah volume luapan yang masuk ke daratan.

Baca Juga:   Rapat Persiapan Seleksi PPPK di PPU, Makmur Marbun: Peluang Putra Daerah Harus Diutamakan

“Aliran air dari hulu menambah intensitas banjir di daratan,” tuturnya. 

Kemudian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Nofian Hidayat, menginstruksikan agar tim di setiap kecamatan meningkatkan pemantauan.

“Saya sudah memerintahkan tim untuk selalu siap siaga dan memantau perkembangan di setiap kecamatan,” ujar Nofian.

Meski situasi darurat semakin mendesak, hingga kini pemerintah daerah belum menetapkan status darurat bencana.

“Kami belum menetapkan status darurat, dan untuk anggaran penanganan banjir juga belum tersedia,” tambahnya.

Dengan ramalan cuaca yang terus berubah dan ancaman banjir rob yang kian dekat, masyarakat Berau perlu meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi potensi gangguan pada perayaan Idulfitri yang sudah di depan mata. (*)