TITIKNOL.ID – Rencana pelaksanaan salat Idulfitri 1 Syawal 1446 Hijriah di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) terpaksa batal.
Hal ini dikarenakan proses pembangunan masjid masih berlangsung dan belum sepenuhnya dapat digunakan.
Plt Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Danis Hidayat Sumadilaga, mengungkapkan bahwa kondisi saat ini masih berisiko tinggi untuk digunakan, terutama pada bagian struktur atap dan menara.
“Masih berisiko tinggi, terutama pada pekerjaan struktur atap dan menara (minaret). Progres pembangunan masjid secara keseluruhan baru mencapai 54,3 persen,” ujar Danis, Rabu (26/3/2025).
Selain itu, akses menuju masjid juga masih dalam tahap penyempurnaan untuk mengakomodasi kendaraan pengunjung dan jemaah.
Masjid Negara IKN dirancang untuk menampung sekitar 60.000 jemaah, dan pada tahap awal diharapkan dapat digunakan oleh 29.000 jemaah.
Awalnya, masjid ini ditargetkan bisa dipakai untuk salat Id pada Lebaran 2025, yang rencananya akan dipimpin oleh seorang imam besar.
Masjid ini diresmikan pembangunannya oleh Presiden Ketujuh RI, Joko Widodo, pada 18 Januari 2024.
Proyek ini berada di bawah tanggung jawab Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Timur, dengan kontraktor pelaksana PT Adhi Karya dan PT Hutama Karya KSO.
Pembangunan masjid menggunakan anggaran APBN sebesar Rp940 miliar.
Berdiri di atas lahan seluas 32.125 meter persegi, masjid ini memiliki total luas bangunan, termasuk plaza, mencapai 60.173 meter persegi.
Meskipun batal menggelar salat Id tahun ini, pembangunan Masjid Negara IKN diharapkan dapat segera rampung agar bisa digunakan untuk peribadatan dalam waktu dekat. (*/)










