TITIKNOL.ID, BONTANG – Banjir di Perumahan Bontang Permai, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur karena turap sungainya ambruk. Kontan saja, Walikota Bontang Neni Moerniaeni memberikan reaksi.
Walikota Bontang, Neni Moerniaeni, yang ditemui saat turun langsung meninjau lokasi banjir pada Senin 7 April 2025 pagi, memastikan perbaikan turap akan diprioritaskan dengan menggunakan Dana Tidak Terduga (DTT) Pemkot tahun ini.
“Saya minta PUPR segera identifikasi dan tindak lanjuti. Dana tidak terduga akan kita gunakan untuk penanganan awal,” kata Neni.
Neni mengatakan, dari BPBD khusus di Kelurahan Api-Api, sebanyak 547 warga dari 213 kepala keluarga terdampak banjir.
“Ini akibat hujan ekstrem, kiriman air dari hulu, dan perubahan iklim yang semakin terasa,” tegasnya.
Air Sungai Sejajar dengan Turap
Banjir hebat yang melanda Kota Bontang, Kalimantan Timur pada Minggu (6/4/2025), menyingkap persoalan serius di sistem pengendalian air.
Satu di antaranya di RT 7 Perumahan Bontang Permai, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur.
Salah satu kawasan terparah terdampak banjir, turap sungai jebol hingga sepanjang 20 meter, menyebabkan air sungai meluap dan merendam permukiman warga.
Turap yang jebol tersebut berada persis di belakang perumahan tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang, Much Cholis Edi Prabowo, mengakui kegagalan struktur kontruksi itu memperparah dampak banjir di kawasan tersebut.
“Air Sungai Bontang saat itu sudah sejajar dengan turap. Sekitar pukul 15.30 Wita, struktur turap jebol dan air sangat deras langsung masuk ke rumah-rumah,” kata Edi, Senin (7/4/2025).
Akibat jebolnya turap, genangan air di kawasan tersebut mencapai 70 sentimeter, menenggelamkan hampir seluruh rumah warga di RT 7.
Meski demikian, Edi mengungkapkan belum dapat memastikan penyebab pasti kerusakan pada turap itu.
Edi menyatakan masih perlu dilakukan kajian teknis, termasuk menelusuri apakah turap tersebut satu kesatuan atau merupakan sambungan dari pembangunan sebelumnya.
“Kami pelajari dulu untuk menentukan langkah berikutnya. Harus jelas struktur dan usia bangunannya,” ujar Edi.
Menurutnya Banjir di Perumahan Bontang Permain kali ini disebabkan kombinasi tiga faktor: hujan deras sejak dini hari, pasang air laut yang mencapai dua meter pada siang hari, serta kiriman air dari hulu.
Lebih jauh, Kadis PUPR ini menjelaskan hingga akhir 2024, penurapan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bontang dan Guntung baru terealisasi sekitar 50,45 persen atau 10,587 kilometer dari total 20,985 kilometer.
Program penurapan masih akan dilanjutkan pada tahun 2025, mencakup wilayah Kelurahan Kanaan, Kampung Masdarling, Kelurahan Gunung Telihan, Kelurahan Satimpo, Api-Api, dan Tanjung Laut Indah. (*)












