SendawarTitiknolKaltim

Mimpi Wujudkan Hutan Kota di Barong Tongkok, Tanam Khas Kutai Barat Kaltim

329
×

Mimpi Wujudkan Hutan Kota di Barong Tongkok, Tanam Khas Kutai Barat Kaltim

Sebarkan artikel ini
HUTAN KOTA KUBAR - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Barat mendukung penuh kegiatan penanaman pohon yang diinisiasi PT Bharinto Ekatama pada Minggu 6 Juni 2025 lalu. (HO/DLH Kutai Barat)

TITIKNOL.ID, SENDAWAR – Kutai Barat di Provinsi Kalimantan Timur bercita-cita akan membuat hutan kota terbaru untuk menciptakan kabupaten yang lestari. 

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Barat mendukung penuh kegiatan penanaman pohon yang diinisiasi PT Bharinto Ekatama (BEK) pada Minggu 6 Juni 2025 lalu.

Kepala DLH Kutai Barat Ali Sadikin mengatakan, kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah daerah. Yakni upaya melakukan pelestarian lingkungan.

“Lokasi juga sudah pas, di situ ada lahan seluas kurang lebih 52 Hektare mau kita jadikan sebagai hutan kota,” kata Ali. Kamis (10/7/2025).

Di samping melestarikan lingkungan, kawasan hutan kota ke depan juga bisa dijadikan tempat belajar bagi pelajar maupun mahasiswa.

“Hanya saja, saran, kalau bisa tanamannya yang pohon khas Kutai Barat. Seperti Ulin dan lainnya. Karena itu nanti bisa menjadi tempat belajar untuk anak-anak,” kata dia lagi.

Kegiatan penanaman pohon yang dilakukan PT BEK, lanjutnya dapat menjadi contoh bagi perusahaan maupun pihak lain yang ingin turut melestarikan lingkungan di Kutai Barat.

“Istilahnya ini menjadi pilot project di Kutai Barat,” imbuhnya.

Sebelumnya, dengan melibatkan jajaran pemerintah daerah Kutai Barat, masyarakat dan stakeholder terkait, dilaksanakan kegiatan penanaman pohon di Barong Tongkok pada Minggu 6 Juni 2025.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Beruku Fest 2025 yang diselenggarakan oleh PT BEK, sekaligus menutup hari lingkungan hidup se-dunia 2025.

Selain penanaman pohon, berkolaborasi dengan dinas lingkungan hidup Kutai Barat, PT BEK juta menginisiasi membuka bank sampah selama 2 hari di arena kegiatan festival tersebut.

Momen sebelumnya, pada Penutupan Hari Lingkungan Hidup, PT BEK Lakukan Gerakan Penanaman Pohon

Kegiatan penanaman pohon ini dilakukan di hutan kota kabupaten Kutai barat pada Minggu 7 Juni 2025 lalu.

Baca Juga:   REKAP Hasil Euro 2024 Tadi Malam: Spanyol Menang Tipis, Italia Ditahan Imbang Kroasia

Dalam rangka penutupan hari lingkungan hidup sedunia 2025, management PT Bharinto Ekatama melaksanakan aksi penanaman pohon.

Pohon yang di tanaman bervariasi, dari pohon buah buahan sampai pohon Ulin dan yang fast growing, sebagai pohon pelindung.

“Selain penanaman pohon, berkolaborasi dengan dinas lingkungan hidup Kutai Barat, PT BEK juga menginisiasi membuka bank sampah selama 2 hari di area kegiatan Expo beruku Fest 2025. Dalam kesempatan ini team enviro BEK juga berkesempatan untuk melakukan sosialisasi terkait pengelolaan sampah plastik dan pemilahan sampah. Sesuai dengan tema tahun ini adalah Hentikan polusi plastik. Diharapkan kita bisa lebih bijak dalam menggunakan produk berbahan plastik yang dapat menghasilkan sampah yang sulit terurai. Dan hal ini merupakan tanggungjawab kita bersama”ujar Cipto Hadi Purnomo selalu HSEC Head yang membawahi bidang pengelolaan lingkungan

hadir dalam kegiatan penanaman pohon ini Wakil Bupati Kutai barat H. Nanang Adriani beserta Ibu, kadis Lingkungan hidup Kutai barat Ali Sadikin, PJ kadis pariwisata Sumardi, sekretaris dinas pendidikan Seki dan Kabag OPS dari polres Kutai barat Teguh.

Selain itu dari management PT Bharinto Ekatama hadi Wahyu Setyo Pramono sebagai perwakilan dari KTT PT BEK dan Cipto Hadi Purnomo HSEC head PT Bharinto Ekatama bersama team enviromental.

Peringatan hari lingkungan hidup PT BEK kali ini berbeda karena di tutup resmi oleh wakil bupati kabupaten Kutai barat bersama kadis lingkungan hidup kabupaten Kutai barat bersama management PT BEK. Hal ini menjadi sebuah moment kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan, yang diharapkan dapat terus berjalan dengan baik.

Kegiatan ini menjadi salah satu agenda dari Beruku Fest 2025 yang di inisiasi oleh PT BEK.

Baca Juga:   Tingkatkan PAD, Bapenda PPU Gali Potensi Pajak dari Tempat Hiburan Malam

Nama Beruku diambil dari Bahasa Benuaq yang menjadi salah satu etnis Dayak di Kabupaten Kutai Barat, yang artinya adalah bertemu. 

Dengan nama ini, diharapkan bahwa lewat event ini PT BEK dapat bertemu dengan para stekholders dan juga masyarakat untuk membina dan membangun kolaborasi. (*)