Penajam

Kartu Penajam Cerdas Siap Disalurkan, Mudyat Noor: Tak Akan Tumpang Tindih dengan KIP dan BOSDA

251
×

Kartu Penajam Cerdas Siap Disalurkan, Mudyat Noor: Tak Akan Tumpang Tindih dengan KIP dan BOSDA

Sebarkan artikel ini
Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Program bantuan pendidikan melalui Kartu Penajam Cerdas (KPC) sebagai program prioritas pimpinan daerah direncanakan bakal disalurkan dalam waktu dekat.

Meski tahun ajaran baru 2025/2026 telah dimulai, program ini diharapkan dapat mengganti kembali biaya yang telah dikeluarkan para orang tua siswa, sebagaimana dimaksudkan untuk membantu meringankan perlengkapan masuk sekolah siswa, khususnya peserta didik baru di tingkat dasar dan menengah.

Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor menyampaikan penyaluran KPC diharapkan tidak tumpang tindih sengan program sejenis, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari pemerintah pusat dan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).

“Disdikpora sudah memaparkan kepada kami seperti apa proses dan cara, kita membahas persoalan teknis seperti apa menyalurkannya,” ucap Mudyat, Senin (28/7/2025).

Penyalurannya, kata dia, mesti dilakukan secara hati-hati agar tak berbenturan dengan bantuan lain baik dari pusat maupun Provinsi.

“Jangan sampai itu nanti berbenturan dengan KIP yang menggunakan APBN dan juga dana Bosda, makanya kita bahas persoalan mekanisme serta tata penyalurannya,” ungkap dia.

Menurut rencananya, peluncuran program KPC dijadwalkan di hari kemerdekaan, yakni 17 Agustus.

“Rencananya kita pas 17 agustus. Tapi masih rencana. Mudahan saja terlaksana karena memang itu butuh perbub lagi,” ujarnya.

Ia mengatakan program ini melalui beberapa tahapan untuk penyempurnaannya sebelum benar-benar sampai di lapangan kepada penerima manfaat.

“Ada beberapa tahapan yang harus dilaksanakan karena memang anggaran ini kita siapkan supaya mengurangi beban kepada anak-anak kita dari yang masuk sekolah,” paparnya.

Ia juga menambahkan, bantuan tahap awal ini hanya menyasar siswa yang baru masuk jenjang, terdiri dari kelas I SD dan kelas VII SMP. Totalnya diperkirakan mencapai 6.000 siswa.

Baca Juga:   Menanti Kepastian, UMK Penajam Paser Utara Dirancang Naik 4-10 Persen

“Bentukannya dana tunai, sekitar Rp600 ribu per tahun. Perencanannya untuk beli baju sekolah, sepatu, tas atau alat tulis lainnya. Kalau seragam kan agak berat lah, nanti malah jadi masalah besar,” jelas Mudyat.

Ia menyebutkan, sebenarnya ada banyak bantuan bantuan pendidikan yang datang dari pemerintah. Menurutnya, bantuan dari Pemkab PPU ini, merupakan stimulan tahap awal.

“Kan ada banyak bantuan pendidikan lainnya seperti dana bos, kip, bagi siswa yang menerima. Dari kami, ini adalah stimulan tahap awal. Kalau kemampuan fiskal kita bagus, insyaallah pasti akan kita tingkatkan untuk semuanya,” tutup Mudyat.

(Advertorial/TN01)