TITIKNOL.ID – Presiden Prabowo Subianto tidak menyinggung soal anggaran pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam pidato kenegaraan yang disampaikannya pada Jumat (16/8/2025).
Meski begitu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono memastikan proyek strategis nasional tersebut tetap menjadi prioritas utama pemerintahan saat ini.
Basuki menjelaskan, wajar jika tidak semua detail program, termasuk anggaran IKN, disampaikan dalam pidato kenegaraan karena waktu yang terbatas.
Menurutnya, fokus utama pidato presiden adalah menyampaikan arah kebijakan besar, bukan rincian teknis.
“Pidato Bapak Presiden berapa menit? Enggak mungkin semuanya disebutkan,” kata Basuki kepada wartawan, Sabtu (16/8/2025).
Meski tidak disebut secara gamblang, Basuki menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menyelesaikan pembangunan IKN.
Hal tersebut juga dipertegas Menteri Sekretaris Negara yang menyatakan proyek pemindahan ibu kota negara harus rampung dalam tiga tahun ke depan.
Sejauh ini, pembangunan sejumlah fasilitas di IKN terus berjalan sesuai target.
Basuki menyebut salah satu progres penting adalah pembangunan Istana Wakil Presiden yang ditargetkan selesai pada November 2025.
Selain itu, pengerjaan infrastruktur jalan utama di kawasan inti IKN seperti Jalan 1A, 1B, dan 1C dilakukan 24 jam penuh untuk mengejar target penyelesaian.
Beberapa proyek bahkan diperkirakan rampung pada akhir 2025 dengan progres fisik yang telah mencapai sekitar 60 persen.
Tidak hanya itu, tahap kedua pembangunan IKN juga mulai berjalan.
Tercatat ada 28 proyek baru dengan nilai total mencapai Rp18,37 triliun yang saat ini tengah melalui proses lelang.
“Sekarang sudah kita tenderkan. Mungkin akhir September nanti sudah tanda tangan kontrak, Oktober sudah mulai pekerjaan,” jelas Basuki.
Dengan kepastian ini, Basuki menegaskan bahwa IKN tetap menjadi simbol komitmen pemerintahan Presiden Prabowo untuk menghadirkan pusat pemerintahan baru yang modern, hijau, dan berkelanjutan bagi Indonesia. (*/)












