TITIKNOL.ID, SANGATTA – Hujan deras mengguyur Kota Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, sejak subuh. Curah hujan baru mereda sekitar pukul 07.30 Wita, meski langit masih diselimuti awan mendung.
Cuaca mendung ini tidak mengurangi semangat sekitar 560 siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Sangatta Utara, yang tersebar di kelas 1 hingga 5 di Kampus I.
Mereka tetap antusias mengikuti puncak acara lomba Agustusan dan Pentas Seni dalam rangka memperingati 80 tahun kemerdekaan Indonesia, Jumat (22/8/2025).
Sebelumnya, sejak Rabu 20 Agustus 2025, siswa-siswi sudah mengikuti berbagai lomba menarik seperti estafet gelang karet, balap kelereng, estafet bola kertas, estafet sarung, lomba konsentrasi beregu, dan lomba makan biskuit.
Ketua Panitia Agnes Uchiyana Rindi mengungkapkan, meski halaman sekolah sempat terendam banjir, anak-anak tetap bersemangat berlomba dan bahkan tampak menikmati basah-basahan.
“Anak-anak sangat antusias, walau harus berlomba dengan kondisi banjir di halaman sekolah,” kata Agnes.
Gerimis di hari kedua pun tak menghalangi perlombaan berjalan lancar. Semangat kemerdekaan begitu terasa di lingkungan MIN 1 Sangatta Utara.
Agnes juga menilai peringatan HUT RI kali ini paling meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Perlombaan estafet bola kertas menjadi sorotan karena berlangsung seru, bahkan di babak awal semua peserta gugur sehingga harus diulang beberapa kali.
Sementara itu, Kepala MIN 1 Sangatta Utara, Sirajuddin, menjelaskan, di pintu masuk Kampus I terdapat kain merah yang membentang di bawah tangga, dihiasi foto-foto pahlawan dan keterangan hasil karya Komite Sekolah dan guru.
“Kain merah melambangkan semangat juang dan pengorbanan para pahlawan,” jelas Sirajuddin.
Terkait banjir, ia menjelaskan bahwa hujan semalaman menyebabkan genangan setinggi sekitar 15 sentimeter di halaman sekolah. Hal ini terjadi karena drainase di kawasan tersebut kurang lancar.
“Drainase di Kampus I kurang baik, sehingga saat hujan deras dan tanpa jeda, halaman sekolah mudah tergenang,” ujarnya.
Selain itu, peningkatan jalan di sekitar sekolah menyebabkan halaman sekolah berada di titik rendah sehingga air mengalir ke area sekolah.
Sirajuddin berharap pemerintah Kabupaten Kutai Timur bisa melakukan normalisasi drainase di Gang Musola, Kecamatan Sangatta Utara, khususnya di sekitar MIN 1.
“Drainasenya perlu diperbesar dan dibersihkan agar air bisa mengalir dengan baik ke pembuangan akhir,” tutupnya penuh harap. (*)












