Penajam

Dinkes PPU Catat Lonjakan Kasus Campak, Satu Pasien Dinyatakan Positif

158
×

Dinkes PPU Catat Lonjakan Kasus Campak, Satu Pasien Dinyatakan Positif

Sebarkan artikel ini
Petugas kesehatan memberikan imunisasi vaksin campak kepada balita di Puskesmas. Upaya ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus campak di PPU (istimewa)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat sebanyak 22 laporan kasus campak hingga awal September 2025.

Angka ini meningkat tajam dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencatat tiga kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes PPU, Temu Budiarti, menyebutkan seluruh laporan kasus belum bisa dipastikan positif sebelum hasil uji laboratorium keluar.

“Itu masih berupa diagnosa dokter, kita masih harus ambil sampel kemudian dikirim ke laboratorium yang ada di Banjarbaru untuk diuji,” jelas Temu, Jumat (5/9/2025).

Dari total 22 kasus, satu terindikasi positif, sembilan dinyatakan negatif, enam masih menunggu hasil laboratorium, dan enam lainnya dalam proses pengiriman sampel ke Banjarbaru.

“Per awal September ini baru 22 kasus, satu positif berada di wilayah Puskesmas Sepaku 3,” tambahnya.

Temu menegaskan penyakit campak bisa dicegah melalui imunisasi sedini mungkin. Ia menjelaskan, ada tiga siklus vaksinasi yang direkomendasikan, yakni saat bayi berusia 9 bulan, dosis kedua pada usia 18 bulan hingga 2 tahun, serta dosis lanjutan ketika anak duduk di bangku kelas 1 SD.

Meski begitu, cakupan imunisasi di PPU masih rendah. Menurut Temu, sebagian masyarakat masih enggan memberikan vaksin campak kepada anaknya.

“Padahal dengan imunisasi campak dapat melindungi tubuh dari virus di masa depan,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinkes per Agustus 2025, cakupan imunisasi bayi usia 0-11 bulan baru mencapai 52 persen, baduta (18 bulan-2 tahun) sebesar 23 persen, sementara program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) masih berlangsung.

“Harapan kita cakupan ini bisa terus meningkat hingga 100 persen untuk menekan penyebaran penyakit campak,” tutupnya.

(TN01)