BerauTitiknolKaltim

Penerbangan ke Maratua Berau Sering Batal, DPRD Kaltim Desak Evaluasi Maskapai

219
×

Penerbangan ke Maratua Berau Sering Batal, DPRD Kaltim Desak Evaluasi Maskapai

Sebarkan artikel ini
ANGKUTAN PENERBANGAN - Pesawat terbang lepas landas. Transportasi pesawat jadi andalan untuk kemajuan pariwisata di Berau, Kalimantan Timur.

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyoroti persoalan aksesibilitas penerbangan menuju Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur yang dinilai masih belum optimal dalam mendukung sektor pariwisata daerah.

Ananda menyatakan bahwa sebagai salah satu destinasi unggulan di Kalimantan Timur, Maratua seharusnya mendapatkan perhatian serius, terutama terkait keberlangsungan dan kepastian jadwal penerbangan.

“Banyak keluhan dari pengelola resort soal jadwal penerbangan yang kerap berubah, bahkan dibatalkan. Ini harus kita pertanyakan, bahkan perlu memanggil pihak maskapai. Kalau perlu, kita dorong maskapai lain untuk masuk dan beroperasi di rute ini,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut, Minggu (14/9/2025).

Ia menekankan pentingnya jalur udara sebagai akses utama menuju Maratua.

Jika harus melalui jalur darat dari Samarinda, waktu tempuh bisa mencapai 12 jam, belum termasuk penyeberangan laut ke pulau.

Sebaliknya, dengan penerbangan langsung, hanya memerlukan waktu sekitar satu jam.

“Kalau akses udara lancar, tentu akan mendorong efisiensi waktu dan biaya, serta meningkatkan kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” tegas Ananda.

Lebih lanjut, Ananda menyebut dampak positif terhadap ekonomi lokal akan terasa langsung, mulai dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga perputaran ekonomi kerakyatan di wilayah destinasi wisata.

Sebagai langkah tindak lanjut, ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur agar bisa mengambil peran aktif dan melakukan intervensi terhadap persoalan aksesibilitas tersebut.

Kunjungan Wisatawan Tumbuh Signifikan

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, selama periode Januari hingga Juli 2025, tercatat sebanyak 9.674.967 perjalanan wisata dilakukan oleh wisatawan domestik, tumbuh 28,44 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (7.532.837 perjalanan).

Baca Juga:   DPRD Kaltim Beri Rekomendasi untuk Menutup Sementara Jembatan Mahakam I Samarinda

Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana, menyampaikan bahwa secara umum sektor pariwisata Kaltim menunjukkan tren pertumbuhan positif.

Meski demikian, jika dilihat secara bulanan, terjadi penurunan sebesar 2,45 persen pada Juli 2025 dibandingkan Juni 2025, dengan total perjalanan mencapai 1.394.593.

Namun secara tahunan, angka tersebut tetap menunjukkan peningkatan 33,64 persen dibanding Juli 2024. (*)