BalikpapanTitiknolKaltim

Diterkam Buaya Saat Mancing di Kariangau Balikpapan, Korban Ditemukan Usai Ritual 7 Menit

182
×

Diterkam Buaya Saat Mancing di Kariangau Balikpapan, Korban Ditemukan Usai Ritual 7 Menit

Sebarkan artikel ini
GANASNYA BUAYA KARIANGAU - Ilustrasi buaya liar hidup di alam bebas. Seorang pria dilaporkan hilang di perairan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Selasa (14/10/2025) malam. Korban diduga kuat diterkam buaya saat beraktivitas bersama sejumlah warga lainnya. (Meta Ai)

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Warga Balikpapan kembali diguncang kabar tragis. Seorang pria bernama Pardi Wijaya (31) diduga diterkam buaya saat memancing di kawasan perairan Selok Tengah, Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (14/10/2025) malam.

Peristiwa nahas ini menjadi perhatian setelah laporan masuk ke Polsek Balikpapan Barat sekitar pukul 01.50 Wita, Rabu dini hari (15/10/2025).

“Kami menerima laporan adanya warga yang diterkam buaya di segmen 3B2 Kilometer 13. Personel langsung menuju lokasi kejadian,” ujar Kapolsek Balikpapan Barat, AKP Sukarman Sarun.
 
Kronologi Kejadian: Plak-plak, Lalu Sunyi

Pardi, warga Jalan Patimura RT 42, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, diketahui memancing bersama tiga rekannya usai bekerja.

Saat itu, ia berada di atas pohon yang menjorok ke sungai. Sekitar pukul 18.30 Wita, terdengar suara mencurigakan dari arah sungai.

“Setelah suara ‘plak-plak’, korban sudah tidak terlihat di atas pohon. Air di sekitar lokasi juga tampak tenang,” ungkap Kapolsek.

Tak lama kemudian, saksi melihat beberapa ekor buaya berenang.

Salah satu buaya tampak menggigit tubuh korban sebelum menyelam ke dasar sungai.

Diduga terdapat lebih dari tiga ekor buaya, dengan panjang mencapai lima meter.

Upaya pencarian dilakukan warga dan rekan korban. Sekitar pukul 02.49 Wita, ditemukan bagian tubuh korban berupa kepala dan tangan kanan yang mengambang tak jauh dari lokasi kejadian.

Korban Tenggelam Sebelum Dicabik Buaya

Potongan tubuh korban dibawa ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur untuk dilakukan pemeriksaan forensik.

dr. Heryadi Bawono Putro, Sp.FM, Kepala Instalasi Kedokteran Kehakiman RS Kanujoso, menjelaskan bahwa korban diduga meninggal karena tenggelam, bukan langsung akibat serangan buaya.

Baca Juga:   Balikpapan Bermimpi Ubah Sampah jadi Energi Listrik, Terkendala Kebijakan Pusat

“Luka akibat gigitan terjadi setelah korban meninggal dunia. Beberapa luka berada di fase perimortem, transisi antara hidup dan mati,” ujarnya.

Potongan tubuh yang diterima terdiri dari:

  • Kepala hingga sebagian punggung
  • Lengan kanan lengkap dari bahu ke telapak tangan
  • Bagian kiri tubuh dan bagian bawah belum ditemukan. Tim forensik masih menunggu potongan lainnya untuk identifikasi lanjutan.

“Panggil Buaya Pakai Telur dan Beras Kuning.” Ritual Leluhur 7 Menit

Di balik pencarian korban, masyarakat menyebut nama Kadir (52), warga Pantai Lango, Penajam, yang dikenal memiliki kemampuan turun-temurun membantu pencarian korban serangan buaya.

“Saya bukan pawang buaya, cuma bisa bantu lewat cara-cara leluhur. Pakai telur, beras kuning, dan doa,” jelas Kadir, yang ditemui di lokasi pada Rabu malam.

Kadir mengaku sebagai generasi keempat yang mewarisi kemampuan ini dari kakek dan ayahnya.

Dalam peristiwa kali ini, ia melakukan ritual sederhana selama tujuh menit, sebelum akhirnya potongan tubuh korban ditemukan mengambang.

“Kami minta petunjuk agar buaya menyerahkan korban. Kadang buaya kasih tanda, kayak ngambang di permukaan dulu,” ujarnya.

Kadir mengingatkan, setiap ritual dimulai dengan doa dan izin secara batin kepada “penguasa” sungai.

Meski memiliki kemampuan spiritual, ia tetap menjalani kehidupan sehari-hari sebagai nelayan, dan belum mewariskan ilmunya ke anaknya.

“Ilmu ini baru bisa diwariskan kalau sudah lewat usia 40 tahun,” tuturnya.
 
Kapolsek Balikpapan Barat, AKP Sukarman, menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Basarnas dan masyarakat sekitar untuk melanjutkan pencarian sisa tubuh korban.

“Kami turut berduka atas kejadian ini. Masyarakat diminta lebih berhati-hati dan menghindari aktivitas di sungai yang merupakan habitat buaya,” tegasnya. (*)