SamarindaTitiknolKaltim

Kronologi Getaran Proyek Terowongan Samarinda yang Ganggu Warga

177
×

Kronologi Getaran Proyek Terowongan Samarinda yang Ganggu Warga

Sebarkan artikel ini
Proses pembangunan terowongan (tunnel) yang membentang sepanjang 700 meter dari Jalan Sultan Alimuddin hingga Jalan Kakap, Kota Samarinda, Kalimantan Timur terus berlangsung. (HO/Pemkot Samarinda)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Warga di Jalan Kakap RT 19, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur mendadak dikejutkan dengan getaran kuat yang terasa di lingkungan mereka, Rabu (15/10/2025) malam.

Suasana pun sempat memanas saat sejumlah warga mendatangi area proyek pembangunan Terowongan Samarinda untuk menyampaikan protes.

Mereka mengeluhkan adanya getaran yang disebut menyebabkan retaknya dinding dan lantai beberapa rumah di sekitar lokasi proyek. Getaran tersebut diduga berasal dari aktivitas alat berat yang tengah bekerja pada malam hari.

Menanggapi situasi tersebut, Billy, selaku Manajer Pelaksana Proyek Terowongan Samarinda, memberikan klarifikasi.

Ia menegaskan bahwa aktivitas malam itu bukanlah pekerjaan pemancangan atau penurapan, melainkan uji daya dukung pondasi menggunakan metode Pile Driving Analysis Test (PDA Test).

“Pengujian ini dilakukan untuk memastikan kekuatan dan kestabilan pondasi yang menggunakan sistem bore pile. Ini prosedur standar dalam konstruksi,” beber Billy.

Dalam proses uji tersebut, titik pondasi diuji dengan tumbukan menggunakan alat berat (hammer) sebagai beban.

Dari tumbukan itu, tim teknis dapat membaca kekuatan struktur pondasi yang telah dikerjakan.

“Malam tadi merupakan sesi pengujian terakhir. Hasilnya sudah keluar, dan tidak akan ada pengujian tambahan lagi,” ujar Billy.

Ia juga menjelaskan bahwa beban hammer yang digunakan dalam uji hanya sekitar 6 ton, tergolong kecil untuk proyek berskala besar.

Lokasi pengujian pun dilakukan di luar terowongan utama dan hanya berlangsung sekitar tiga menit.

“Total hanya dua kali tumbukan, masing-masing pukul 20.57 dan 20.59 Wita, dengan ketinggian 30 dan 40 cm,” imbuhnya.

Billy mengakui bahwa meskipun singkat, kegiatan tersebut bisa saja menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga, terutama karena dilakukan pada malam hari.

Baca Juga:   DPRD PPU Soroti Kekurangan Gedung OPD, Usulkan Pembangunan Bertahap

“Kami menyadari ini bisa mengganggu waktu istirahat warga. Atas nama proyek, kami mohon maaf sebesar-besarnya,” ucapnya.

Berikut kronologi kejadian berdasarkan keterangan resmi dari tim proyek:

Uji PDA dilakukan sekitar 50 meter dari rumah warga terdekat.

Dua kali tumbukan dilakukan dengan beban 6 ton, masing-masing pada pukul 20.57 dan 20.59 Wita.

Durasi total pengujian berlangsung selama kurang lebih tiga menit dan berakhir pukul 21.00 Wita.

Setelah pengujian, sejumlah warga datang ke lokasi dan menyampaikan keluhan terkait suara keras dan dugaan keretakan rumah.

Perangkat kelurahan dan tim proyek langsung meninjau lapangan dan melakukan dialog dengan warga.

Tim proyek menyampaikan penjelasan teknis serta permintaan maaf secara langsung kepada warga.

Billy menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Samarinda dan perangkat wilayah guna memastikan keamanan dan kenyamanan warga selama proses pembangunan terowongan ini berlangsung.

“Kami berkomitmen menjalankan proyek ini dengan sebaik mungkin dan transparan kepada masyarakat,” tutup Billy. (*)