SamarindaTitiknolKaltim

Pembangunan Teras Samarinda Tahap Dua Tembus 70 Persen

55
×

Pembangunan Teras Samarinda Tahap Dua Tembus 70 Persen

Sebarkan artikel ini
TERAS SAMARINDA 2025 -Warga menikmati destinasi Teras Samarinda jadi incaran bagi pengunjung untuk mengisi waktu liburan. Masyarakat Samarinda masih menikmati suasana liburan.

TITIKNOL.ID, SAMARINDA — Pembangunan Teras Samarinda di Kota Samarinda, Kalimantan Timur tahap dua kini melaju kencang.

Proyek revitalisasi kawasan tepi Sungai Mahakam itu telah mencapai progres 60 hingga 70 persen dan dikerjakan dalam empat segmen berbeda agar bisa selesai secara paralel.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti, menjelaskan bahwa strategi pembagian proyek ke empat segmen dilakukan agar pekerjaan tidak bergantung pada satu kontraktor.

“Kalau satu perusahaan yang tangani, tentu pengerjaannya lebih lama. Dengan empat segmen, semuanya bisa berjalan bersamaan dan lebih efisien,” ujarnya.
 
Konstruksi di Atas Sungai Jadi Tantangan Terbesar

Desy mengungkapkan, tantangan terbesar terdapat pada segmen 1 yang berada di depan Kantor Gubernur Kaltim. Lokasi ini termasuk bagian dari Teras Samarinda tahap pertama yang kini diperluas dengan pembangunan struktur di atas permukaan sungai.

“Kalau biasanya struktur dermaga biasa, kali ini kami membangun pedestrian dan taman di atas sungai. Jadi, pekerjaan harus sangat hati-hati dan tetap mengikuti master plan awal,” jelasnya.

Meski begitu, Desy memastikan tidak ada perubahan besar dalam desain proyek, kecuali sedikit penyesuaian di segmen empat atas permintaan Dinas Perhubungan terkait rencana pengembangan angkutan massal.

“Selain itu, semua masih sesuai desain awal. Tidak ada perubahan signifikan,” tegasnya.
 
Proyek Dipecah Agar Lebih Cepat Rampung

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Teras Samarinda Tahap Dua, Ilhamsyah, menjelaskan bahwa pemecahan proyek menjadi empat kontrak dilakukan sebagai strategi percepatan.

Ia merinci:

Segmen 1: senilai Rp48 miliar, membangun pedestrian di atas sungai sepanjang 300 meter dari area tahap pertama hingga Kantor Pos dan eks Terminal C.

Segmen 2 dan 3: masing-masing Rp21 miliar, fokus pada revitalisasi dermaga di Jalan Gajah Mada, termasuk pelebaran area, perbaikan atap, dan pembangunan fasilitas pendukung.

Segmen 4: senilai Rp24 miliar, mencakup pembangunan drainase besar berukuran 120×120 sentimeter sepanjang 800 meter, jalur kabel bawah tanah, mini amphitheater, dan taman bermain anak.

“Jadi memang dipecah agar semua bisa dikerjakan paralel dan target selesai lebih cepat,” ujar Ilhamsyah.
 
Hadapi Arus Deras dan Batu Keras di Dasar Sungai

Baca Juga:   Abdul Khairin: Revisi Perda Izin Usaha Kepariwisataan sudah Mendesak

Pihak pelaksana proyek mengaku sempat menghadapi kendala teknis di segmen 1.

Beberapa tiang pancang tenggelam akibat arus sungai yang kuat, dan pekerja menemukan batu keras di dasar sungai.

“Kami akhirnya menggunakan metode pre-boring untuk memastikan stabilitas struktur. Jadi saat pemancangan harus ekstra hati-hati,” jelas Ilhamsyah.
 
Konsep Baru: Bus Tak Lagi Mangkal, Parkir Dipusatkan

Sebagai bagian dari penataan kawasan, area parkir lama di sekitar dermaga kini dialihfungsikan menjadi terminal drop-off bus.

Sesuai arahan Wali Kota Samarinda Andi Harun, kendaraan tidak lagi diperbolehkan mangkal di tepi sungai.

“Konsepnya bus hanya berhenti sebentar untuk menurunkan penumpang, lalu langsung jalan lagi. Parkirnya akan dipusatkan di Gedung Pasar Pagi yang sedang direvitalisasi,” tambahnya.
 
Dikejar Target Akhir Tahun

Seluruh kontrak pembangunan Teras Samarinda tahap dua dijadwalkan selesai pada Desember mendatang.

“Waktu memang mepet, tapi kami optimistis bisa selesai tepat waktu,” pungkas Ilhamsyah. (*)