PenajamTitiknolKaltim

‎SILOG Tegaskan Komitmen Kepatuhan dan Penanganan Insiden Proyek RDMP Lawe-Lawe

166
×

‎SILOG Tegaskan Komitmen Kepatuhan dan Penanganan Insiden Proyek RDMP Lawe-Lawe

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi bangun insfrastruktur pipa minyak bumi di Lawe-lawe.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – PT Semen Indonesia Logistik (SILOG) menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden kecelakaan kerja yang terjadi di area proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Lawe-Lawe, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), pada Selasa, 28 Oktober 2025. Insiden tersebut menyebabkan tiga pekerja meninggal dunia.

‎Divisi Konstruksi PT SILOG, Rendra Sanjaya, menyampaikan bahwa pihaknya fokus memberikan penanganan dan dukungan penuh kepada keluarga korban sejak kejadian berlangsung.

Langkah itu dilakukan mulai dari proses perawatan hingga pengantaran jenazah ke rumah duka.

‎“Kami berduka atas insiden yang terjadi. Selama dua hari ini kami fokus memberikan penanganan kepada almarhum serta dukungan kepada keluarga, mulai dari proses perawatan hingga pengantaran jenazah ke rumah duka. Alhamdulillah semua terselesaikan dengan baik,” ujar Rendra Sanjaya saat ditemui di lokasi proyek SILOG Lawe-Lawe, Kamis (30/10/2025).

‎Sebagai bentuk tanggung jawab moril, PT SILOG telah menyalurkan santunan kepada keluarga korban.

Selain itu, perusahaan juga memastikan seluruh pekerja yang terlibat dalam proyek RDMP Lawe-Lawe terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan di Balikpapan.

‎Rendra menyampaikan terima kasih atas perhatian serta masukan yang diberikan Komisi I DPRD PPU saat melakukan inspeksi mendadak ke lokasi proyek.

Menurutnya, hal tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi perusahaan untuk memperkuat kepatuhan dan tata kelola proyek di masa mendatang.

‎“Kami berterima kasih atas perhatian dan masukan dari DPRD PPU. Masukan tersebut menjadi evaluasi sekaligus dorongan bagi kami untuk terus memperkuat kepatuhan dan tata kelola di setiap proyek yang kami jalankan,” tegasnya.

‎Lebih lanjut, SILOG menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh proses investigasi resmi yang dilakukan oleh pihak berwenang.

Investigasi tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi penyebab utama insiden serta menghasilkan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.

Baca Juga:   Netanyahu Klaim Pengakuan Palestina oleh Barat Adalah Penghargaan untuk Terorisme

‎“Perusahaan mendukung penuh upaya investigasi yang tengah berjalan. Kami siap memberikan data dan informasi yang dibutuhkan agar hasilnya objektif dan menjadi dasar peningkatan keselamatan kerja,” jelas Rendra.

‎SILOG menegaskan bahwa insiden ini akan dijadikan pembelajaran penting sekaligus momentum untuk memperkuat budaya keselamatan kerja di seluruh area proyek yang dikerjakan oleh perusahaan.

‎Sebelumnya, Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Desa Girimukti, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, diselimuti duka setelah tragedi kecelakaan kerja terjadi pada Selasa (28/10/2025) sore. 

Bencana longsor ini menyebabkan tiga pekerja tewas tertimbun tanah. Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 16.30 Wita ini langsung menjadi sorotan serius terkait standar keselamatan kerja di area proyek.

Kronologi Lengkap Kecelakaan Kerja RDMP Lawe-Lawe

Berikut adalah urutan kejadian yang menyebabkan tiga korban jiwa melayang di lokasi penggalian:

Perubahan Metode Galian:

Awalnya, pekerjaan galian di area proyek RDMP Girimukti dilakukan menggunakan alat berat. 

Namun, pekerjaan dialihkan menjadi penggalian manual lantaran adanya pipa jaringan bawah tanah yang menghalangi pergerakan alat berat.

Tujuh Pekerja Turun Lubang:

Sebanyak tujuh pekerja bergantian turun ke dalam lubang galian.

Lubang tersebut memiliki kedalaman sekitar 2,5 meter hingga 3 meter, dan para pekerja melanjutkan tugas secara manual.

Dinding Tanah Mendadak Ambruk:

Tidak lama setelah pekerja berada di dalam lubang, dinding tanah di salah satu sisi galian tiba-tiba longsor dan ambruk.

Longsoran material tersebut langsung menimbun tiga pekerja yang berada di bawah.

‎Evakuasi Sulit Dilakukan:

‎Rekan-rekan korban dan petugas keamanan proyek segera melakukan upaya penyelamatan.

‎Namun, proses evakuasi berjalan sulit dan memakan waktu karena kondisi tanah di sekitar area galian yang sangat labil.

Baca Juga:   YLP2EM Perkuat Kelompok Konstituen, Integrasikan Isu Kekerasan, Perlindungan Sosial, dan Perubahan Iklim

Tiga Pekerja Meninggal Dunia:

Setelah berhasil dievakuasi, ketiga korban yakni Tri Mulyono, Wendi Atnan Biu, dan Hadi Martani dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian akibat tindihan longsor.

Mandor Terluka:

Sementara itu, seorang pekerja yang juga bertindak sebagai mandor, Tri Mujianto, selamat namun mengalami luka ringan akibat tertimpa material longsor susulan.

Ia segera dilarikan ke RSUD Ratu Aji Putri Botung untuk mendapatkan perawatan medis.

Pihak berwenang dan manajemen proyek kini tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti longsor dan dugaan pelanggaran standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja. (*/)