Penajam

Potensi Sawit Besar, Tapi Petani PPU Masih Berdiri Sendiri-sendiri

27
×

Potensi Sawit Besar, Tapi Petani PPU Masih Berdiri Sendiri-sendiri

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD PPU Syafruddin M Noor

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Sejumlah daerah di Penajam Paser Utara (PPU) dinilai punya peluang besar untuk mengembangkan sawit. Namun, peluang itu belum bisa dinikmati sepenuhnya karena para petaninya belum terkelola dalam kelompok yang jelas.

Wakil Ketua I DPRD PPU, Syahruddin M Noor, menyebut kondisi tersebut membuat harga tandan buah segar (TBS) di daerahnya itu mudah dipermainkan, sementara biaya usaha tani justru terus naik.

“Kelompok petani sawit kita tidak tertata. Kalau terorganisir seperti kelompok tani lain, pemerintah pusat bisa lebih mudah membantu,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).

Ia menyinggung perbandingan harga yang timpang antara daerah penghasil sawit lain dengan PPU.

“Di Sumatra bisa Rp3 ribu, di sini seribu atau bahkan di bawah itu,” katanya.

Dengan ongkos pemupukan, perawatan, hingga angkut yang tinggi, harga rendah itu menurutnya memberatkan petani menutupi biaya produksi.

Syahruddin menilai pengorganisasian petani penting untuk menghalau stigma bahwa sawit hanya untuk warga berkemampuan lebih. Biaya awal memang besar, mulai dari pembukaan lahan hingga perawatan, namun hasilnya bisa menjanjikan jika dikelola serius.

“Kalau kebunnya dirawat baik, sawit masih prospektif. Saya kira lima sampai sepuluh tahun ke depan tetap layak dikembangkan,” ucapnya.

Ia berharap pembentukan organisasi petani sawit dapat menjadi langkah awal agar petani punya kekuatan menawar dan terhindar dari permainan harga yang selama ini kerap terjadi.

(TN01/Advertorial)