SangattaTitiknolKaltim

Kutai Timur di Kaltim Darurat Banjir Beruntun, Air Meluas ke 5 Kecamatan

107
×

Kutai Timur di Kaltim Darurat Banjir Beruntun, Air Meluas ke 5 Kecamatan

Sebarkan artikel ini
BANJIR DI KUTIM - Air sungai meluap, timbulkan banjir ke area pemukiman penduduk di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur pada Rabu (10/12/2025). BPBD mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan aktivitas di dekat air banjir dan kepada orangtua agar melarang aktivitas anak-anak di air banjir serta waspada arus listrik yang terendam air. (HO/BPBD Kutim) 

Dari Karangan Hingga Bengalon, Bencana banjir beruntun di Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur terus bergeser ke hilir. Desa mana saja yang masih terendam dan mengapa air di Muara Wahau sulit surut? Cek rincian perkembangan dan logistik BPBD terbaru di sini

TITIKNOL.ID, SANGATTA – Intensitas hujan lebat yang mengguyur wilayah Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, sejak Sabtu 6 Desember 2025 telah memicu gelombang banjir beruntun yang kini meluas ke lima kecamatan.

Setelah diawali di Karangan, bencana hidrometeorologi ini merayap cepat ke Muara Wahau, Kongbeng, Telen, dan terbaru mulai menggenangi Batu Ampar serta Bengalon.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutai Timur, Muhammad Naim, merinci perkembangan situasi hingga Rabu (10/12/2025).

Dampak awal itu kan dari Karangan, [tapi] Karangan alhamdulillah itu sudah clear, terhitung Insyaallah Senin.

“Saat ini anggota BPBD fokus di tiga kecamatan: Kongbeng, Wahau, Telen,” ujar Naim.

Dari seluruh wilayah, Muara Wahau menjadi titik terparah dengan kedalaman air mencapai setinggi dada orang dewasa.

Meski air mulai surut, empat desa vital masih terendam, termasuk:

  • Nehas Liah Bing;
  • Jak Luay;
  • Long Wehea;
  • serta akses utama Kecamatan Muara Wahau.

Penurunan debit air di Muara Wahau berjalan lambat karena adanya pertemuan dua aliran sungai besar, yakni Sungai Telen dan Sungai Muara Wahau.

Sementara itu, banjir terus bergeser ke kawasan hilir.

  • Kongbeng: Banjir terjadi di Desa Miau Baru, mulai surut dengan sekitar 100 rumah terdampak.
  • Telen: Desa Marah Haloq tergenang dengan total 24 rumah terdampak, dan 68 rumah masih terendam air.
  • Batu Ampar: Banjir mulai menggenangi Desa Batu Timbau, dengan kondisi terparah dilaporkan di Desa Batu Timbau Ulu.
Baca Juga:   Hamas Tuduh Netanyahu Penghambat Perdamaian Gaza, Trump Serukan Penghentian Perang

Air Sungai Naik 5 Centimeter

Perkembangan terkini menunjukkan, banjir mulai dirasakan warga Kecamatan Bengalon. Sejak Rabu 10 Desember 2025 pukul 14.30 Wita, air Sungai Bengalon mulai naik ke daratan.

“Dari laporan relawan kami di Kecamatan Bengalon, ada 5 desa yang terdampak dari kenaikan air Sungai Bengalon, sementara ini terpantau naik hingga 5 centimeter,” jelas Naim.

Desa-desa yang terdampak meliputi Sepaso (Jalan 10 November), Jalan Sepat Sepaso Selatan, Sepaso Timur, dan Sepaso Barat.

Walaupun level air berstatus waspada berdasarkan data Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, arus Sungai Bengalon masih terpantau normal.

Untuk penanganan darurat, BPBD Kutim telah mengirimkan perlengkapan siaga ke Muara Wahau, termasuk tiga perahu, dua mesin tempel, satu perahu karet PVC, dan sejumlah pelampung (life jacket).

Bantuan logistik juga telah disalurkan merata ke Kongbeng, Wahau, dan Telen.

BPBD Kutim terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak kecamatan dan desa untuk memonitor bencana.

Naim juga menyampaikan imbauan keselamatan kepada warga, terutama yang tinggal di bantaran sungai:

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan aktivitas di dekat air banjir dan kepada orangtua agar melarang aktivitas anak-anak di air banjir serta waspada bahaya arus listrik bagi rumah warga yang terendam air.”

BPBD juga mewanti-wanti bahaya binatang air seperti buaya dan ular di area yang tergenang. (*)