Sangatta

Kronologi 3 Warga Kutim Berteduh di Bawah Pohon Tersambar Petir, Bahaya Cuaca Ekstrem

101
×

Kronologi 3 Warga Kutim Berteduh di Bawah Pohon Tersambar Petir, Bahaya Cuaca Ekstrem

Sebarkan artikel ini
DISAMBAR PETIR KUTIM - Satu di antara warga korban tersambar petir. Peristiwa memilukan ini terjadi pada Minggu (21/12/2025) sekitar pukul 16.00 Wita di kawasan PBR Desa Sepaso, tepatnya di area Patung Porodisa. (HO/Polres Kutim)

Niat hati hanya ingin berteduh dari guyuran hujan, namun pohon yang mereka pilih justru menjadi perantara maut. Simak kisah keajaiban dan perjuangan tiga warga Bengalon yang berhasil selamat dari hantaman kilatan petir di Patung Porodisa

TITIKNOL.ID, SANGATTA – Kondisi tiga warga Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Provinsi Kalimantan Timur yang menjadi korban sambaran petir dilaporkan mulai stabil.

Setelah sempat tak sadarkan diri, para korban kini menjalani perawatan intensif di puskesmas setempat untuk pemulihan luka bakar serius yang mereka alami.

Insiden ini menjadi peringatan keras bagi warga Kutim untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang melanda di penghujung tahun 2025.

Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, meminta masyarakat untuk lebih bijak saat beraktivitas di luar ruangan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon atau berada di area terbuka saat hujan deras disertai petir. Risiko tersambar sangat besar,” tegas AKBP Fauzan Arianto, Senin (22/12/2025).

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Minggu (21/12/2025) sekitar pukul 16.00 Wita di kawasan PBR Desa Sepaso, tepatnya di area Patung Porodisa. 

Saat itu, ketiga korban berusaha menghindari guyuran hujan deras yang turun tiba-tiba.

Namun, keputusan mereka untuk berteduh di bawah sebatang pohon justru berujung maut.

Kilatan petir yang menyambar pohon tersebut langsung menghantam ketiga korban hingga terkapar.

Saksi mata di lokasi sempat melihat kepulan asap muncul dari bawah pohon sesaat setelah kilatan cahaya menyambar.

Kondisi Luka Bakar Korban

Ketiga korban ditemukan warga dalam keadaan tidak berdaya sebelum akhirnya dievakuasi oleh personel gabungan Pos Pelayanan Natal dan Tahun Baru (Pos Yan Nataru) yang bersiaga di sekitar lokasi. 

Baca Juga:   Pemprov Kaltim Dorong Sangkulirang Mangkalihat ke Pemerintah Pusat jadi Taman Bumi 

Berikut rincian kondisi korban:

  • GS (47): Mengalami luka bakar di area pinggul hingga paha.
  • IF (45): Mengalami luka bakar di kaki kiri hingga pinggul.
  • FPS (12): Pelajar, mengalami luka bakar di punggung dan kaki.

“Fokus utama kami adalah memastikan evakuasi berjalan cepat sehingga mereka segera mendapatkan penanganan medis,” ujar Kapolres.

Respons Cepat dan Rasa Prihatin Kapolres menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah ini.

Pihak keluarga korban pun telah menerima kejadian tersebut dengan ikhlas sebagai murni kecelakaan alam.

Kesigapan personel Pos Yan Nataru di lapangan menjadi kunci keselamatan para korban.

Polisi berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi warga lainnya untuk segera mencari bangunan permanen yang aman saat cuaca mulai mendung dan guntur mulai terdengar. (*)